Pria Difabel yang Viral karena Jago Desain Baju

SURABAYAPAGI.com, Bandung - Sambil duduk bersila di lantai berbahan bambu di rumahnya yang sederhana, Rahmat Hidayat memusatkan perhatiannya pada sehelai kertas berwarna putih yang berada di hadapannya. Pada kertas tersebut, dia dengan teliti membuat garis-garis yang membentuk pola hingga menghasilkan karya berupa desain busana dengan warna dan bentuk yang indah.

Meski memiliki keterbatasan fisik atau difabel, hingga saat ini, tidak terhitung karya yang telah dihasilkan melalui goresan penanya. Rahmat pun mengaku sudah lupa kapan dia pertama kali membuat desain busana. Namun, kata pria 25 tahun, minatnya pada bidang desain bermula dari kebiasannya menggambar ketika masih berusia lima tahun.

Selain terbiasa membuat gambar, Rahmat menyebut bahwa film Korea berjudul King of Fashion hingga Ivan Gunawan turut memotivasinya untuk membuat desain. Sejak itu, dia mulai membuat desain secara otodidak tanpa dibimbing oleh siapa pun.

"Dulu, saya pernah membuat kerajinan dari bungkus kopi yang dibuat jadi tas atau dompet. Tapi sudah lama tidak mengerjakan. Juga saya mengerjakan kerajinan berupa gantungan kunci," tutur dia.

Rahmat menuturkan karya yang pertama kali dia buat dijual ke daerah Surabaya dengan harga Rp 500 ribu. Rahmat mengaku sempat merasa takut dicaci maki orang lain sebelum membuat dan berani menjual karyanya tersebut. Namun, adanya keinginan untuk memotivasi kaum difabel membuat ketakutan itu sirna.

Saat ini, dalam waktu kurang dari satu bulan, Rahmat mengaku bisa menghasilkan satu buah buku yang berisi ratusan lembar karya desain. Adapun satu lembar karya, bisa dikerjakannya dalam waktu puluhan menit saja. Biasanya, kata dia, karya yang selesai dikerjakan dijual di sekitar Pulau Jawa.

Rahmat menyebut jika media sosial diandalkannya untuk memasarkan karya dengan dibantu oleh bibinya. Biasanya, karya yang telah dibuat ditampilkan di Instagram.