•   Minggu, 5 April 2020
Bisnis Makro

Prediksi Perlambatan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik

( words)
Ilustrasi


SURABAYAPAGI.com - Laporan terbaru Bank Dunia memprediksikan ada perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang Asia Timur dan Pasifik yang masih dipengaruhi tantangan global.
Perlambatan itu membuat pertumbuhan di kawasan diprediksi sebesar enam perseroan pada 2019 dan 2020 atau turun dari pencapaian 6,3 persen pada 2018.
Laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2019 yang dipantaui di Jakarta menyatakan, salah satu pengaruh pelemahan ini disebabkan oleh perlambatan ekonomi China.
Meski demikian, kinerja ekonomi di kawasan ini masih tetap kuat seperti ketika mampu menahan gejolak pasar keuangan pada 2018.
Kemampuan mengatasi gejolak itu diakibatkan oleh kerangka kerja kebijakan yang efektif dan fundamental kuat, termasuk diversifikasi ekonomi, nilai tukar yang fleksibel dan penyangga kebijakan yang solid.
Selain itu, permintaan domestik tetap kuat di sebagian besar kawasan ini, yang mampu imbangi dampak melambatnya kinerja ekspor.
Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Victoria Kwakwa mengatakan, pertumbuhan di kawasan telah membantu upaya penurunan tingkat kemiskinan yang saat ini salah satu terendah sepanjang sejarah.
Bank Dunia memproyeksikan tingkat kemiskinan ekstrem di wilayah ini akan turun di bawah tiga persen hingga 2021.
"Namun, pada saat yang sama, setengah miliar penduduk di kawasan tetap tidak aman secara ekonomim dan berisiko kembali jatuh dalam kemiskinan yang menjadi pengingat besarnya tantangan para pembuat kebijakan," ujar dia.
Dalam laporan ini, Bank Dunia memperkirakan perlambatan ekonomi China yang terkelola melalui kebijakan membuat negara ini hanya tumbuh 6,2 persen pada 2019 dan 2020, turun dari 6,6 persen pada 2018.

Berita Populer