•   Sabtu, 18 Januari 2020
Pendidikan

PPDB di Jatim, Diapresiasi Komisi X DPR RI

( words)
Plt Kadis Pendidikan Jatim Hudiono menerima kunjungan Komisi X DPR RI di Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan Surabaya, Kamis (27/6)


Beragam Dinamika dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA/SMK di Jawa Timur, disikapi Komisi X DPR RI. Kamis sore (27/6/2019), wakil rakyat yang membidangi pendidikan, olahraga dan sejarah itu memberikan apresiasi dan catata

Riko Abdiono,
Wartawan Surabaya Pagi
Rombongan DPR RI sejumlah 15 orang tersebut dipimpin langsung Dr. Ir Hetifah MPP, Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Menurutnya, pada dasarnya sistem zonasi dalam PPDB itu sudah bagus. Namun di lapangan memang diakui banyak sekali permasalahan. Terutama pada lemahnya sosialisasi ke masyarakat dan sebagainya. Sementara setiap daerah beda-beda kondisinya, banyak yang tidak setuju dengan system zonasi ini seperti di Jawa Timur. Namun setelah diberi pemahaman dan penjelasan, orang tua siswa akhirnya bisa mengerti.
“Kami ingin menyerap langsung kronologis pelaksanaan PPDB di Jawa Timur. Termasuk bagaimana pemprov Jatim ini menyikapi aspirasi-aspirasi dengan cepat dan segera memberikan solusi, ini cukup bagus,” puji Hetifah yang mendatangi Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan Surabaya, kemarin.
Penyelesaian masalah PPDB di Jawa Timur terbukti cukup diterima para orang tua murid. “Kami mengapresiasi PPDB di Jawa Timur ini, namun kami tetap akan bicara pada Mendikbud terkait kondisi di lapangan dan bagaimana ke depannya nanti,” imbuhnya.
Ia berharap, kebijakan PPDB zonasi nantinya tidak merugikan masyarakat. Pemerintah perlu melakukan ujicoba berdasarkan pelaksanaan PPDB tahun ini. “Seperti melakukan melakukan pemetaan mutu guru, pemerataan sarana dan penyebaran sekolah,” usul politisi Golkar ini.
Sementara itu, Hudiyono, Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim yang menemui kunjungan Komisi X DPR RI itu mengaku ada beberapa masukan dari para wakil rakyat itu yang akan diimplementasikan di Pendidikan Jawa Timur. Seperti usulan soal kualitas mutu guru di setiap sekolah yang harus sama, pemertaan sarana dan penyebaran sekolah. “Kalau dilihat jumlah negeri dan swasta sebenarnya sudah mencukupi. Hanya yang akan kita fokuskan bagaimana adanya sekolah imbas (sekolah favorit menularkan mutu ke sekolah di sekitarnya). Termasuk imbas pada sarana sekolah. Itu sedang kita lakukan,” terangnya.
Selain itu, di setiap sekolah, Anak-anak yang nilainya tinggi akan menjadi tutor untuk teman-temannya di dalam satu kelas yang disebut sebagai Tutor sebaya. Termasuk perencanaan tahun 2019 ini akan membangun USB (unit sekolah baru) di lima titik. “Kami terimakasih atas apresiasi dan masukan dari Komisi X DPR RI, sebagai pemerintah kita harus cepat merespon harapan masyarakat. Termasuk pada PPDB kemarin pemprov jatim mengkomodasi semua masukan dari masyarakat sebaik mungkin,” pungkas Hudiyono yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Jatim ini. n

Berita Populer