Posko Siaga Covid-19 Pemudik di Jombang Disiapkan, Ruang Isolasi Gunakan Ge

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Berdasarkan surat perintah Gubernur Jawa Timur tertanggal 3 April 2020, gedung sekolah dijadikan posko siaga Covid-19 bagi para pemudik.

Terkait hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, melalui surat perintah Nomor 425.1/1521/415.16/2020 memerintahkan kepala sekolah untuk mempersiapkan gedung milik sekolah dasar.

Salah satunya seperti SDN Kaliwungu I, Jalan Cak Durasim, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Yang mana sekolah tersebut sudah mempersiapkan posko siaga Covid-19 bagi para pemudik.

Namun seperti yang terlihat dilapangan, untuk saat ini ruangan isolasi di posko siaga tersebut belum sesuai dengan standar kesehatan. Dan di dalam hanya terdapat satu tempat tidur saja.

Kepala Sekolah SDN Kaliwungu I, Muharlina Kustiani mengatakan, pihak sekolah sementara mempersiapkan ruangan bekas musala untuk digunakan sebagai tempat isolasi bagi pemudik.

"Ada perintah dari Dinas Pendidikan dan camat, kami disuruh koordinasi dengan kelurahan untuk segera menyiapkan Posko Covid-19 di sekolah. Persiapan dimulai Sabtu, (06/4) pukul 20.00 WIB," katanya, Senin (06/4/2020).

Muharlina menjelaskan, yang disiapkan sementara hanya ruangannya saja sesuai dengan keadaan sekolah. Ada kriterianya, yakni harus terpisah dari ruangan guru, dan kamar mandi juga terpisah.

"Di ruang bekas musala ini, tempat cuci tangan terpisah, kamar mandi juga terpisah. Untuk perlengkapan, ini kekurangan tempat tidur, dan masih dicarikan tambahan oleh tim dari kelurahan," jelasnya.

Sampai kapan untuk keberadaan posko ini, pihak sekolah belum tahu. Karena untuk teknisnya menunggu kelurahan. "Ruangan yang digunakan sementara satu. Nanti kalau ada pembludakan arus balik, akan disiapkan ruang kelas 5," ujarnya.

Disinggung apakah ada kekhawatiran terkait posko di sekolahannya, Muharlina menegaskan tidak. "Yang penting selagi tidak bersinggungan langsung dengan penderita, Insya Allah aman," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Jaga Posko Siaga Covid-19 SDN Kaliwungu I, Budi Slamet Hariadi menerangkan, bahwa pada minggu malam telah kedatangan empat orang pemudik dari Jawa Barat.

"Ke empat pemudik tersebut tidak di karantina di posko tersebut, melainkan di sebuah klinik lantaran memiliki gejala mirip Covid-19, yakni sakit pada tenggorokan," terangnya.

Menurut penjelasan Budi, di posko SDN Kaliwungu I tersebut tidak ada tenaga medis profesional. Selain itu, kondisi ruangan yang dinilai tidak standar kesehatan.

"Tadi malam ada salah satu warga dari RT 2 datang dari Jawa Barat. Kebetulan salah satu keluarga mengeluhkan sakit tenggorokan. Saya larang masuk rumah," jelasnya.

Berhubung tim kesehatan belum siap, lanjutnya, sementara tadi malam di karantina di dokter Icus. "Nanti hasilnya positif atau negatif, dokter Icus yang menentukan. Empat orang dari Jawa Barat, tepatnya daerah Bandung," pungkasnya.(suf)