•   Kamis, 9 April 2020
Kriminal

Polisi Gelar Olah TKP Tentang Kasus Siswi Bunuh Bayi di Tulungagung

( words)
Anggota Unit Inafis Polres Tulungagung melakukan olah TKP di toilet Puskesmas Kauman. Polisi Gelar Perkara Guna Tentukan Status Hukum Siswi yang Bunuh Bayi Anaknya di Tulungagung


SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Polisi telah melakukan otopsi terharap jasad bayi yang dibunuh oleh terduga ibunya, Kiki (16), nama samaran yang merupakan seorang sisiwi di Tulungagung.

Hasilnya, bayi dengan panjang 49 sentimeter dan berat 2,8 kilogram itu diketahui dicekik hingga mengakibatkan mati lemas.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono menjelaskan, pihaknya masih akan melakukan gelar perkara hari ini, Senin (14/1/2019).

Gelar perkara ini untuk memutuskan status hukum dari terduga pelaku. “Bisa saja terduga pelaku statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka. Lebih lengkapnya akan kami sampaikan selepas gelar perkara,” terang Hendro.

Hendro menambahkan, pihaknya berhati-hati dalam menangani perkara ini, karena Kiki masih anak-anak. Penyidik akan tetap mengedepankan hak anak, seperti dalam Sistem Peradilan Pidana Anak.

Namun Hendro tidak berani memastikan, apakah perkara ini bisa diversi atau tidak. “Tetap kami perlakukan sebagai anak. Hak-hak dia sebagai anak tetap diperhatikan,” ujar Hendro.

Lebih jauh Hendro mengungkapkan, pihaknya telah meminta keterangan Kiki. Dari pengakuannya, orang yang menghamilinya adalah teman sekolahnya. "Keduanya sama-sama masih di bawah umur," tambahnya.

Sebelumnya Kiki datang ke Puskesmas Kauman Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 18.45 WIB dengan keluhan nyeri perut tembus ke punggung. Sekitar pukul 20.30 WIB Kiki pamit ke toilet untuk buang air besar.

Namun Kiki diduga melahirkan bayi, dan berusaha dibuang ke dalam closet. Kaki bayi sudah masuk ke dalam closet, namun bagian tubuh atas masih di luar closet.

Berita Populer