Polandia Prioritaskan Beasiswa Mahasiswa dari NTB

SURABAYAPAGI.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menerima kunjungan Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia, Beata Stockzynska di Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik, Kota Mataram, NTB, Kamis (15/11). Kerja sama dalam bidang pendidikan menjadi bahasan utama dalam pertemuan dengan Dubes Polandia yang datang bersama perwakilan tiga universitas besar di negaranya.

Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah berupaya terus mengirimkan mahasiswa kuliah di luar negeri. Pada Oktober lalu, 13 mahasiswa NTB telah diberangkatkan ke Polandia sebagai tahap pertama dari target 1.000 beasiswa mahasiswa NTB ke luar negeri setiap tahun.

Beata menyambut positif rencana NTB mengirim 1.000 mahasiswa belajar keluar negeri setiap tahun melalui program beasiswa. "Kami menjadikan NTB sebagai daerah prioritas penerima beasiswa. Universitas terbaik kami di Polandia siap menerima siswa asal NTB," ujar Beata.

Beata menyampaikan, sejumlah program jurusan seperti ilmu budaya, ekonomi, keuangan, ilmu teknik informatika, teknik mesin dan kelautan sangat terbuka bagi para penerima beasiswa NTB untuk belajar di Polandia. Ia meyakinkan, Polandia merupakan negara yang nyaman sebagai tujuan belajar. Dia menyebutkan, banyak mahasiswa dari Asia seperti Malaysia, Jepang, dan Thailand menempuh pendidikan tinggi di Polandia.

Selain kerja sama dalam bidang pendidikan, Polandia juga sangat tertarik dengan potensi investasi dan bisnis di NTB.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, para penerima beasiswa yang dikirim NTB diyakini memiliki kualitas yang baik untuk bisa bersaing di kancah internasional. Zul menjelaskan, pemilihan Polandia sebagai negara tujuan bagi para penerima beasiswa tak lepas dari kesiapan Polandia yang memiliki program kuliah gratis untuk tingkat S2. Selain itu, biaya hidup di Polandia juga terbilang cukup terjangkau.

"Polandia juga terletak di jantung Eropa, maka bersekolah di sana akan memperluas cakrawala terhadap beberapa negara besar di eropa sekaligus," ucap Zul.

Zul melanjutkan, proses penyaringan penerima beasiswa berdasarkan hasil yang diperoleh dari tim seleksi dari Pemprov NTB. Zul berencana, adanya kerja sama yang lebih mendalam antara universitas di NTB dengan universitas di Polandia.

"Saya juga berharap, sesegera mungkin bisa disusun draf kerja sama antara universitas kita di NTB dengan kampus di Polandia sehingga target kita untuk mengirim sebanyak mungkin siswa, guru maupun dosen ke luar negeri, melalui program S2 maupun doktor, bisa segera tercapai," kata Zul.

Di samping membicarakan potensi kerja sama antara Polandia dan NTB, Beata juga ingin melihat kondisi wilayah terdampak gempa. Hasil tinjauan di lapangan nantinya menjadi bahan bagi Beata dalam memberikan bantuan untuk pemulihan NTB pascabencana.