PM Inggris Lakukan Lockdown Dan Siaga 1 Pada Lansia

SURABAYAPAGI.com, Inggris - Virus corona menyerang tidak mengenal usia, jabatan ataupun pada orang sehat sekalipun. Jika orang yang lebih muda saja terinfeksi wabah corona ini apalagi bagi lasia yang imun nya rendah. Di negera Inggris mulai lakukan lockdown, Pemerintah Inggris juga akan mewajibkan kelompok lanjut usia, yang rentan jika terpapar virus corona, untuk tinggal di rumah selama 12 pekan ke depan serta memasok makanan dan obat bagi mereka. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona pada lansia di antaranya tidak melakukan perjalanan atau pertemuan sosial untuk sementara waktu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, lansia atau orang dengan usia lanjut dengan kondisi medis tertentu yang sudah ada sebelumnya dapat dengan mudah terinfeksi oleh virus Corona karena kekebalan mereka lebih rendah.

Dikutip dari laman CNN, Senin (23/3), keputusan itu diambil oleh pemerintah Inggris untuk melindungi sekitar 1.5 juta lansia di negara itu dari ancaman virus corona.

"Kebijakan perisai ini akan berdampak lebih dari sejumlah kebijakan yang kami ambil untuk menyelamatkan nyawa penduduk," kata Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dalam jumpa pers pada Minggu (22/3).

Menteri Kemasyarakatan Inggris, Robert Jenrick, menyatakan akan segera menyampaikan pengumuman melalui surat resmi kepada sejumlah penduduk di Inggris untuk sementara membantu mereka tetap menjaga jarak (social distancing). Pemerintah Inggris juga akan menyediakan makanan obat bagi para lansia sehingga mereka tidak perlu repot keluar rumah.

Pertimbangkan Lockdown

Johnson memerintahkan kepada para penduduk untuk sementara berhenti berkumpul dan keluar dari tempat tinggal untuk menghindari penularan virus corona. Jika imbauan itu tidak dihiraukan, maka Johnson menyatakan akan memberlakukan langkah lebih keras, yakni dengan melakukan penutupan akses (lockdown) atau kebijakan lain yang bersifat memaksa dan melibatkan aparat keamanan.

Dilansir dari the guardian, "Kita akan melihatnya dalam 24 jam ke depan. Jika penduduk tidak bisa menjaga jarak sejauh dua meter ketika berada di taman, maka tentu saja kami harus menerapkan langkah selanjutnya," ujar Johnson

"Kita perlu memikirkan kebijakan seperti yang diterapkan di tempat dan negara lain yang melarang pergerakan penduduknya dalam waktu bersamaan dengan paksaan," ujar Johnson.

Hingga saat ini di Inggris baru Wali Kota London, Sadiq Khan, dan Menteri Besar Irlandia Utara, Arlene Foster, yang memberlakukan aturan untuk membatasi pergerakan penduduk guna mencegah penularan virus corona.

Menurut politikus yang ditunjuk sebagai Sekretaris Kesehatan Bayangan, Jonathan Ashworth, penduduk Inggris kebanyakan belum memahami anjuran pemerintah untuk menjaga jarak atau bahkan malah mengabaikannya.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampai saat ini tercatat ada 5.018 kasus virus corona di Inggris. Sebanyak 233 orang di antaranya meninggal. (cnn/gd/tr/cr-03/dsy)