•   Jumat, 10 April 2020
Politik

PM Inggris: Brexit Tetap Terjadi di 2019

( words)
Perdana Menteri Inggris Theresa May (AFP PHOTO / POOL / RICHARD POHLE)


SURABAYPAGI.com, Beijing - Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menegaskan komitmennya bahwa proses perceraian Inggris dari Uni Eropa ( Brexit) tetap berjalan sesuai jadwal yang dia kehendaki.
Sebelumnya, Ketua Negosiator Brexit dari Uni Eropa ( UE), Michel Barnier, mengatakan Brexit baru bisa terlaksana pada Desember 2020.
Sebab, UE memberi kesempatan kepada Inggris untuk melunasi biaya perceraian yang ditaksir mencapai 39 miliar poundsterling Inggris, sekitar Rp 741,9 triliun.
"Selain itu, durasi itu juga bertepatan dengan selesainya siklus tujuh tahun kerangka finansial UE," kata Barnier pada 20 Desember 2017, seperti dilansir POLITICO.
Di sela-sela kunjungannya ke China, May menolak usul yang diberikan Barnier.
PM perempuan kedua di Inggris setelah Margaret Thatcher tersebut tetap pada pendiriannya bahwa Brexit bakal dilaksanakan pada Maret 2019.
May juga menolak adanya tudingan bahwa terjadi negosiasi rahasia tentang kemungkinan Brexit terjadi di 2020.
Sejak awal kami memulai negosiasi ini, kami merasa 2019 adalah waktu yang tepat," kata May seperti dilansir Sky News Rabu (31/1/2018).
May menyatakan, saat referendum Brexit pada 23 Juni 2016, dia memilih "Tinggal".
Namun, di sisi lain, dia melihat Inggris tidak akan kolaps meski sudah tidak lagi menjadi bagian dari salah satu organisasi terkuat dunia itu.
"Seperti yang masyarakat lihat, ekonomi kami juga tetap kuat," tutur May kembali.

Berita Populer