PKB Jatim Instruksikan Seluruh DPC dirikan Posko Lawan Covid-19

SURABAYAPAGI.COM - DPW PKB Jatim menginstruksikan kepada DPC PKB Sejawa Timur untuk segera membentuk Posko PKB Lawan Covid-19 di tingkat kabupaten/kota. Ada sejumlah poin Penting yang ingin disampaikan PKB kepada masyarakat Dengan adanya Psoko Lawan Covid-19 ini.
Fauzan Fuadi, Komandan Satgas Posko PKB Lawan Covid-19 Jawa Timur mengistruksikan kepada seluruh DPC untuk mencegah meluasnya virus ini di masyarakat. Dengan Cara memberikan edukasi tentang Covid-19 meliputi cara pencegahan, disiplin mengikuti protokol pemerintah, hidup sehat, #DiRumahAja, tidak panik. “Dan tidak boleh stres dalam menghadapi pandemi karena justru akan menurunkan imun tubuh,” jelas Fauzan, Senin (30/3/2020).
Selain itu, Posko tersebut juga melakukan langkah-langkah kongkret dalam memberikan support kepada tenaga medis di daerah. Bahwa Covid-19 ini adalah musuh bersama, dan tenaga medis sebagai garda terdepan harus disupport secara moril dan materiil. Salah satunya dengan cara mengawal kebijakan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran. Ini sesuai inpres 4 tahun 2020, yang memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga medis. “Agar kurva warga yang terinfeksi covid-19 bisa turun. Mengingat rasio perbandingan tenaga medis dan jumlah penduduk sangat-sangat tidak seimbang. Infonya hanya 12 banding 10.000 penduduk,” papar Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini.
Upaya edukasi di Setiap Posko ini, tentu dilakukan tidak dengan pengumpulan massa. Karena itu jelas kontraproduktif. Melainkan dengan cara menggunakan waktu senggang #DiRumahAja dengan memanfaatkan jejaring pemenangan Pemilu 2019 kemarin dengan sistem sel, top down. Cara ini diyakini cukup bisa terlaksana karena Anggota Legislatif PKB di Jawa Timur jumlahnya 375 orang. Ditambah Kepala dan Wakil Kepala Daerah 20 orang. Belum lagi struktur Partai lengkap sampai ke tingkat anak ranting atau dusun. “Dari sinilah edukasi kita lakukan, Bisa dengan memanfaatkan group whatsapp atau sosmed yang ada, atau berbagi tugas untuk melakukan kontak telpon secara berkesinambungan,” jelas Fauzan.
Untuk itu pihaknya menghimbau kepada teman-teman PKB yang duduk di eksekutif mencarikan jalan keluar stimulus ekonomi untuk warga yang terdampak kebijakan #DiRumahAja. Fokus Edukasi masyarakat dan kurangi kegiatan penyemprotan disinfektan karena khawatir justru berdampak negatif bagi kesehatan tubuh, seperti saran WHO. Tindakan tegas atas rendahnya disiplin terhadap gerakan #DiRumahAja memang penting. Tapi edukasi harus terus-menerus dilakukan.
Selain itu, Fauzan berharap Pemerintah daerah jangan bertindak sendiri-sendiri. Namun Pemerintah pusat juga harus tegas melakukan koordinasi penanganan pandemi Covid-19 terhadap pemerintah daerah. “Saat ini, gerakan #DiRumahAja cenderung setengah hati. Mall besar, Caffe atau restoran besar dan pusat-pusat adanya kerumunan lainnya masih dibiarkan terjadi. Penindakan hanya tegas kebawah,” pungkas Fauzan yang juga Ketua Bappilu DPW PKB Jatim ini. rko