Pertengahan 2019, BNN Jatim Sita 28 Kilogram Sabu

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Jawa Timur Darurat Narkoba. Sampai pertengahan tahun 2019 BNN Provinsi Jawa Timur sita total 28 Kilogram sabu. Minggu, (23/06).
Saat menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kabupaten Tuban (23/06). Kepala BNN Provinsi Jawa timur Brigpol. Bambang Prihambodo menjelaskan jika sampai pertengahan tahun 2019 total sudah ada 28 Kilogram barang bukti berupa Sabu yang disita petugas. Jumlah tersebut jauh lebih besar dari tahun 2018 yang hanya 26 Kilogram selama satu tahun.
"Sampai pertengahan tahun 2019, sudah ada 26 kilogram barang bukti Sabu yang disita petugas. Jumlahnya meningkat dari tahun 2018 yang hanya 26 kilogram. Ini sangat memprihatinkan" tutur pria yang pernah menjadi Kapolres Tuban periode 2006- 2008 tersebut.
Bambang juga menghimbau agar semua lapisan masyarakat turut serta menghadang peredaran narkoba dengan mengawasi gejala awal yang dialami penggunanya, utamanya para orang tua.
Dari hasil studi kasus yang selama ini ditangani oleh BNN Provinsi Jawa Timur, klaster masyarakat yang paling mudah terpengaruh penggunaan Narkotika adalah anak muda yang umumnya disebut dengan istilah generasi kekinian. Hal itu disebabkan besarnya keinginan untuk mencari jati diri serta terkadang alasan pengguna agar dapat diakui disuatu kelompok tertentu.
Adapun gejala awal yang dialami para pengguna Narkotika antara lain adalah adanya perubahan perilaku dari biasanya. Sedangkan gejala kedua bisa dilihat dari si pengguna yang mulai sering menggigit- gigit atau terlihat seperti mengunyah sesuatu dan tangan yang seringkali bergerak- gerak sendiri.
"Jika masyarakat melihat gejala awal pengguna Narkotika, segeralah melakukan kordinasi atau pelaporan ke BNN agar segera bisa dilakukan rehabilitasi. Dalam proses rehabilitasi kami dari pihak BNN tidak memungut biaya apapun dan tetap akan merahasiakan identitas pengguna". Pungkasnya.