•   Rabu, 22 Januari 2020
Otonomi Daerah

Peringatan Hari Anak se-Dunia, Relawan Kampanye Kejahatan Seks pada Anak

( words)
Aksi yang digelar relawan KP2M Banyuwangi di Pelabuhan Marina Boom, Banyuwangi.


SURABAYAPAGI.COM, Banyuwangi-
Meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak-anak, termasuk kekerasan seksual yang banyak dialami anak-anak akhir-akhir ini, menjadi keprihatinan mendalam bagi sebagian besar masyarakat. Karena itu, momentum Peringatan Hari Anak Sedunia yang jatuh pada 19 Nopember, menjadi momen penting bagi perlindungan anak.

Menurut data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), angka pengaduan kekerasan terhadap anak terus melonjak. Tahun 2017 tercatat sebanyak 4.579 pengaduan. Dan pada 2018 naik menjadi 4.885 pengaduan.

Dalam rangka tersebut, Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KP2M) Banyuwangi melakukan aksi kampanye dalam bentuk penggalangan tanda tangan dukungan dan bagi-bagi gelang dan stiker anti kekerasan seksual terhadap anak. Aksi yang digelar di areal Pelabuhan Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (23/11), cukup menarik perhatian masyarakat khususnya pengunjung Pantai Boom. Dari beberapa spanduk yang dibeber di badan jembatan, salah satunya berbunyi; ’Hubungan Seks Dengan Anak-anak Adalah perbuatan Kriminal’.

"Kekerasan Seksual merupakan pintu masuk pada maraknya anak-anak remaja yang terlibat dalam bisnis seks komersial terutama dalam industri pariwisata. Memang pemerintah telah menempatkan industri pariwisata sebagai salah satu tulang-punggung perekonomian negeri ini. Dan terbukti bahwa devisa yang dihasilkan pariwisata menjadi terbesar kedua secara nasional. Namun ada fakta bahwa banyak anak-anak yang terlibat dalam bisnis seks komersial yang berkeliling dalam perjalanan wisata dan pusat-pusat hiburan," ungkap Ketua KP2M Banyuwangi, Faruq.

Dijelaskan, tema ’Sex wit Child is Crime’ yang diangkat dan diusungnya dalam aksi tersebut adalah bentuk perlawanan atas kejahatan seksual terhadap anak. Menurutnya, aksi yang digelar bersama puluhan relawannya itu sebagai bentuk edukasi dan pengingat kepada masyarakat akan pentingnya melindungindan menjaga hak-hak anak dari perilaku kekerasan dan eksploitasi seksual. bud

Berita Populer