•   Jumat, 28 Februari 2020
Ekonomi NKRI

Perekonomian Indonesia Melambat 5,05% Kuartal II

( words)
Melambatnya Ekspor menyebabkan perekonomian indonesia melamba, SP/TPS


SURABAYAPAGI.com - Badan Pusat Statistik (BPS pada awal minggu ini melaporakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat sebesar 5,05% pada kuartal ke2 2019.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menjelaskan, dari sisi eksternal bidang espor Indonesia masih belum bisa diandalkan, dikarenakan banyak penurunan ekspor diberbagai bidang pada kuartal tersebut.

"Kita memang belum bisa berhadap banyak dari ekspor. Ekspor kita kemarin masih alami pertumbuhan negatif sebab pertumbuhan ekonomi global melambat. Dan adanya trade war (perang dagang) juga sedikit banyak memengaruhi ekspor kita," ujar dia, dilansir dari KOMPAS.

BPS mencatatkan, dari seluruh komponen penopang pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran, kinerja ekspor mengalami kontraksi. Ekspor tercatat tumbuh negatif 1,81 persen (year on year/yoy) dengan kontribusinya 17,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang secara nominal berjumlah Rp 3.963,5 triliun.

Angka tersebut jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kinerja tahun lalu yang tumbuh 7,65 persen. Destry menjelaskan, perlambatan perekonomian China dan Amerika Serikat bakal kian membebani kinerja ekspor. Sebab, kedua negara tersebut adalah mitra dagang utama Indonesia.

Menurut dia, pemerintah bersama dengan BI harus bisa meningkatkan diversifikasi ekspor, terutama pertumbuhan di pasar yang bersifat konvensional. Adapun saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagian besar masih didorong oleh konsumsi domestik yang tumbuh 5,17 persen, yang berkontribusi sebesar 55,79 persen terhadap keseluruhan PDB.

Adapun investasi yang menjadi kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian, menurut Destry masih harus lebih dipacu. Kontribusi investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terhadap PDB sebesar 31,25 persen atau tumbuh 5,01 persen.

"Sebab dua saja dari konsumsi masyarakat dan investasi kalo bisa fokus dua ini maka pertumbuhan konsumsi akan signifikan karena kedua sumbangkan 80 persen dari PDB," ujar dia.

Berita Populer