•   Minggu, 23 Februari 2020
Internasional

Perang Dagang Mulai Berdampak pada Perusahaan AS

( words)
Tarif impor baru yang diterapkan pemerintah AS kepada dua komoditas yakni baja dan alumunium telah memperbesar pengeluaran para pelaku usaha


SURABAYAPAGI.com, Washington DC - Dilansir BBC, Selasa (31/7/2018) produsen alat berat asal Amerika Serikat (AS) yakni Caterpillar pada awal pekan kemarin mengatakan, penguatan permintaan telah membuat mereka menaikkan harga untuk mengimbangi tingginya beas masuk untuk baja dan aluminium. Sementara bagi beberapa perusahaan yang lain, justru mendapatkan raihan positif.
Tarif impor baru yang diterapkan pemerintah AS telah menaikkan biaya bagi para pelaku usaha. Situasi perang dagang antara AS dan China telah menjadi beban bagi perusahaan, hingga membuat para pebisnis diperkirakan bakal mengalihkan peningkatan biaya kepada konsumen.
Pada hari yang sama, produsen makanan Tyson Foods memangkas proyeksi laba ketika aksi pembalasan dari mitra dagang terhadap ekspor daging babi dan daging sapi AS telah menurunkan harga daging AS. Diprediksi laba yang disesuai harga per saham di kisaran USD5,70-USD6 untuk tahun keuangan 2018 karena surplus pasokan AS yang disebabkan oleh tarif tinggi.
Harga daging sapi dan babi yang lebih rendah juga telah mengurangi permintaan bagi daging ayam, tambah perusahaan. "Kombinasi dari perubahan kebijakan perdagangan global di dalam dan luar negeri serta ketidakpastian telah menciptakan lingkungan pasar yang menantang dari peningkatan volatilitas, harga yang lebih rendah dan kelebihan pasokan ," kata Presiden dan Kepala Eksekutif Tyson Foods Tom Hayes.
Kabar terbaru dari pelaku usaha menjelaskan bagaimana perang dagang antara AS dan China telah meningkatkan biaya dan menggeser permintaan untuk beberapa produk dari mulai mobil hingga bir. Seperti diketahui sejak bulan Maret, lalu pihak AS mengumumkan tarif bea impor untuk komoditas baja serta alumunium yang mendorong China, Uni Eropa, Meksiko dan beberapa negara lain menerapkan kebijakan balasan.
Balasan dari mitra dagang AS yang dirugikan oleh tarif baja serta alumunium di antaranya menerapkan pajak impor bagi produk asal Negeri Paman Sam -julukan AS- seperti daging babi, anggur dan wiski. Secara terpisah, AS dan China juga memberlakukan tit-to-tat tarif USD34 miliar bagi produk-produk dari negara lain.
Sementara beberapa perusahaan, termasuk Caterpillar, mengatakan mereka akan mengalihkan biaya yang lebih tinggi kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi, sedangkan yang lain memilih untuk dibatasi. BMW, misalnya, mengatakan akan menaikkan harga mobil mereka di China sebesar 4% -7% pada dua model SUV, yang dibuat AS.
Tetapi kenaikan tidak akan sepenuhnya menyerap pajak baru China pada kendaraan AS, ujar pihak perusahaan memperingatkan. Selanjutnya Harley Davidson mengatakan kepada investor bahwa pihaknya berencana untuk menanggung biaya tarif Eropa pada sepeda motor buatan AS agar tetap kompetitif. Harley juga tengah berjuang ketika harga baja dan aluminium lebih tinggi. jr

Berita Populer