•   Kamis, 2 April 2020
Ekonomi China

Perang Dagang Membuat Perusahaan Jerman Pesimis

( words)
Robot produksi salah satu perusahaan asal Jerman. SP/Kum


SURABAYAPAGI.COM -Sebuah survei terhadap lebih dari 500 perusahaan yang beroperasi di China menunjukkan hanya seperempatnya yang memperkirakan akan memenuhi atau melampaui target bisnis mereka tahun ini, demikian menurut Kamar Dagang Jerman di China.

Lebih dari 80 di antaranya mengalami dampak langsung atau tidak langsung dari ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung antara China dan AS, di atas masalah yang sudah berlangsung lama seperti meningkatnya biaya tenaga kerja dan hambatan ke akses pasar.

Melihat hasil survei tersebut, perusahaan Jerman semakin menunjukkan kepesimisannya terhadap pelemahan ekonomi China, yang telah melambat ke laju terlemah dalam hampir tiga dekade di tengah permintaan domestik yang lemah dan tindakan keras terhadap utang berisiko.

Selain itu, perusahaan-perusahaan Jerman merasa kenaikan biaya tak terelakkan lagi karena AS mengerek tarif impor barang-barang dari China.

Bahkan, sebagian lain, mempertimbangkan merelokasi bisnis mereka ke negara-negara dengan biaya operasional yang lebih rendah, seperti India atau negara-negara Asia Tenggara.

Survei juga menyebut bahwa lingkungan kebijakan yang tidak menguntungkan setelah perang dagang AS dan China bergema sejak tahun lalu.

"Ekspektasi bisnis telah turun ke level terendah dalam beberapa tahun," tulis studi Kadin Jerman tersebut.

Selain itu, Survei juga memperkirakan penjualan mobil akan turun untuk tahun kedua setelah dua dekade ekspansi, yang memukul perusahaan Jerman.

Bulan lalu, Volkswagen AG menurunkan prospek pengiriman kendaraan pada 2019 di tengah penurunan pasar mobil global yang lebih cepat dari perkiraan dan kemerosotan yang belum pernah terjadi sebelumnya di China.

Prospek ekspor yang tidak pasti membantu mendorong ekonomi Jerman ke jurang resesi tahun ini. Untuk tahun 2020, sejumlah perusahaan melaporkan beberapa tanda pemulihan sementara.

Berita Populer