•   Sabtu, 29 Februari 2020
Peristiwa Kriminal

Penyidik Panggil Keluarga Cendana Berinisial AHS

( words)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan di depan gedung Ditreskrimsus.


Surabaya Pagi, Surabaya Satu persatu top up, di PT Kam and Kam, diperiksa penyidik Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim. Investasi bodong MeMiles beromzet lebih dari Rp761 miliar, semakin seru. Pasalnya, setelah memanggil publik figur Ibu Kota, penyidik dikabarkan bakal memeriksa tiga saksi dari lingkungan keluarga Cendana. Ketiganya akan diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.
"Saya enggak nyebutin, lho, ya, yang jelas ada (anggota keluarga Cendana) namanya (inisial) AHS, yang mungkin dipanggil Selasa. Kita lakukan pemanggilan ini berdasarkan wawancara dan data forensik, ada mengarah kepada AHS, istrinya, dan satu orang keluarganya,"ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Kamis, (16/1/2020).
Ketiga anggota keluarga Cendana itu, papar Luki, sama-sama bergabung sebagai member di MeMiles dan sudah mendapatkan reward atau hadiah berupa dua unit mobil. "Mendapatkan reward kendaraan mewah dua. Kita lihat lagi di pemeriksaannya nanti, yang jelas yang bersangkutan ikut di dalamnya dan mendapatkan reward," ucap Luki.
Mantan Kepala Baharkam Polri itu enggan menjawab ketika ditanya jenis mobil apakah yang diterima AHS dan kawan-kawan dari MeMiles. Informasi diperoleh dari penyidik kepolisian, AHS dan keluarganya mendapatkan reward mobil merek Toyota Alphard dan sejumlah uang.
Sementara itu, Dirkrimsus Kombes Pol. Gidion Arif Setiawan membantah pihak pro MeMiles bahwa kepolisian memblokir aplikasi investasi bodong tersebut. "aplikasi MeMiles ditutup karena servernya tidak dibayar. Polda tidak punya kapasitas menghentikan aplikasi itu," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Polda Jatim mengungkap investasi ilegal berkedok jasa pemasangan iklan bernama MeMiles. Dijalankan PT Kam and Kam, selama delapan bulan anggota berhasil direkrut sebanyak 264 ribu orang. Uang yang sudah dihimpun dari anggota sebanyak lebih dari Rp761 miliar hanya dari satu rekening.
Kasus ini bikin heboh karena diduga menyeret nama sejumlah artis terkenal. Polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yakni dua bos PT Kam and Kam, KTM dan FS, motivator sekaligus perekrut artis berinisial ML alias Dokter Eva, tim IT MeMiles berinisial PH, dan satu tersangka baru berinisial W. Uang sebanyak Rp122 miliar, belasan mobil, dan aneka barang lain turut disita sebagai barang bukti.nt

Berita Populer