Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes bersama Nutrifood

SURABAYAPAGI,Surabaya- Nutrifood dengan Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Surabaya, dan Pengurus Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Cabang Kota Surabaya, mengadakan program edukasi ‘Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes’ yang diikuti oleh 100 dokter umum puskesmas dan poliklinik wilayah Surabaya pada Minggu (30/06/2019) di Aula Gedung IDI Surabaya.
Prediabetes adalah pencetus penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 - 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes di tingkat nasional dari 6,9% meningkat 8,5%. Angka kejadian diabetes di Jawa Timur juga meningkat, dari 2,1% menjadi 2,6%.
Drg.Febria Rachmanita, MM, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya menjelaskan, “Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian khusus pada kondisi prediabetes dan mulai banyak ditemukan di kelompok usia muda serta produktif mulai dari usia 15- 59 tahun. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan gerakan pencegahan prediabetes melalui deteksi dini atau skrining faktor risiko Penyakit Tidak Menular di Posbindu sesuai standar yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI.”
Dr.dr.Brahmana Askandar, SpOG(K), Ketua IDI Cab.Kota Surabaya menambahkan, “Tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga kondisi prediabetes agar tidak berkembang menuju DMT2. Prediabetes dan DMT2 adalah penyakit yang membahayakan dan erat kaitannya dengan angka morbiditas (angka kesakitan), risiko progresivitas penyakit, biaya, dan mortalitas (angka kematian) akibat komplikasi, seperti penyakit kardiovaskular dini, gagal ginjal, dan stroke. Namun penyakit ini dapat dicegah”.
Dr.Teguh Raharjo, Sp.PD, Pengurus PERSADIA Cab.Kota Surabaya menjelaskan, “Pertanda prediabetes secara laboratoris adalah kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. Umumnya kelompok berisiko prediabetes adalah orang dengan obesitas/kegemukan, sering abortus, melahirkan bayi dengan berat badan 4 kg atau lebih, porsi makan besar tetapi kurang gerak, serta keluarga memiliki riwayat diabetes. Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah".
Program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes merupakan bagian dari rangkaian kampanye Cermati Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) dan Baca Label Kemasan Makanan yang telah Nutrifood jalankan secara konsisten sejak 2013, diantaranya :
1. Edukasi Cermati Konsumsi GGL dan Baca Label Kemasan Makanan bagi pegawai Kementerian Kesehatan RI, Kader PKK DKI Jakarta, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, dan Mahasiswa FK Universitas Atma Jaya, media di Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Manado, Semarang, Yogyakarta.
2. Advokasi dan edukasi Cermati Konsumsi GGL dan Baca Label Kemasan Makanan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, dan Pemerintah Kota Bandung.
3. Program Deteksi dan Edukasi Dini Diabetes dan pencegahan prediabetes di 25 pasar tradisional DKI Jakarta, 100 dokter umum Puskesmas/Poliklinik di wilayah DKI Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang.
“Melihat data mengenai tingginya angka Penyakit Tidak Menular (PTM), terutama prediabetes dan diabetes, Nutrifood merasa perlunya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak. Oleh karena itu, Nutrifood menginisiasi program edukasi Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes, dengan menggandeng Kementerian Kesehatan RI, BPOM RI, Dinas Kesehatan, IDI, dan PERSADIA. Program ini bertujuan mengedukasi dan mengadvokasi berbagai pihak agar proaktif dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan prediabetes maupun diabetes. Nutrifood berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan hidup masyarakat Indonesia.” ungkap Susana Head of Marketing Nutrifood.noe