•   Minggu, 23 Februari 2020
Kriminal

Pensiunan Polri Jalan Kaki Surabaya-Jakarta

( words)
Aiptu Supardi bertemu Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin untuk silaturahmi berangkat menuju Jakarta dengan jalan kaki


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - sosoknya yang sudah berumur ternyata membuat Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin mengapresiasi aksi yang dilakukan Aiptu Supardi,73.

Machfud mengatakan purnawirawan polri yang sempat bertugas di Brimob itu menginspirasi dirinya. Sebab, di usia yang berkepala tujuh itu, Supardi dirasa menjadi sosok yang dapat menjadi panutan bagi para anggota polri yang lain agar tetap bugar kendati telah pensiun.

"Beliau menginspirasi dan memotivasi kita yang generasi muda lebih semangat, biasanya orang yang mau pensiun saja sudah merasa sakit ini sakit itu, nah ini usia 73, pensiun beberapa tahun yang lalu masih punya keinginan jalan kaki Surabaya Jakarta," tegasnua, Selasa (17/4/2018).

Tak mau kalah dengan Supardi, Machfud mengakui bila dirinya pernah mengikuti gerak jalan Surabaya Mojokerto saat masih muda.
"Bayangkan, saya juga pernah ikut perlombaan jalan kaki Surabaya Mojokerto waktu muda, tapi itu saja sudah sempor-sempir, nah ini malah Surabaya Jakarta," lanjutnya.

Menurutnya, aksi yang dilakukan Supardi hanya sekadar ingin mengetes kondisi fisik saja. Selain itu, Supardi juga ingin bertemu dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.

"Katanya hanya ingin ngetes fisiknya, tidak ada motivasi lain, mudah-mudahanan beliau dapat mencapai Jakarta dengan selamat, amin," tutup Machfud.
Menurut Pria yang memiliki tiga anak dan empat cucu itu mengatakan pada aksi jalan kaki yang dilakukan hanya demi mengetes kesehatannya. Supardi mengatakan aksinya itu bukan lah nadzar. "Ini bukan nadzar, kalo nadzar tapi tak terlaksana kan dosa, ini saya hanya niat, saya anggota polisi (purn) dan saya harap ada penerusnya," tegasnya.

Ketika disinggung apakah ia memperoleh ’Wangsit’ (petunjuk)? "Wangsit? Hahaha, wangsit dari ortu mungkin ya," lanjutnya sembari tertawa. Lalu, mengapa harus berjalan kaki? "Sebetulnya, saya ingin lari, sejak kecil saya suka lari, tapi kalau sekarang ya jalan, lari sampai Jakarta ya capek mas," bebernya sembari tertawa terbahak-bahak.

Supardi mengatakan jalur yang di tempuh adalah Mapolda Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya, lalu melintas ke Jalur Pantura mulai Gresik, Lamongan, hingga berakhir di Mabes Polri Jakarta.

Untuk target, Supardi mengatakan sebelum puasa harus sudah sampai di DKI Jakarta.

Sebab, ia ingin kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga ketika puasa telah tiba. "Target Insyaallah sebelum bulan puasa," lanjut Supardi. Ia menuturkan, target ketika telah sampai di Mabes Polri, ia hanya ingin bertemu dengan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian.
"Kalau sampai mabes saya bertemu siapa saja disana, saya berharap bisa ketemu pak Kapolri, saya tidak berharap apa-apa, saya cuma pengen bertemu saja, itu saja sudah cukup, sudah senang," tandasnya.

Perlu diketahui, Supardi berjalan kaki seorang diri. Dalam perjalanannya, Supardi dikawal dengan putranya yang menggunakan sepeda motor dan membawa sejumlah peralatan-peralatan Supardi, seperti pakaian dan obat-obatan.

Pria yang sempat mengenyam pendidikan di sekolah pelopor angkatan pertama di capor (calon pelopor) tahun 1965 di diklat 000 Mega Mendung, Bogor itu mengungkapkan tak ada persiapan khusus dalam aksi jalan kaki yang dilakukannya.

Menurutnya, hanya membutuhkan latihan fisik seminggu lari tiga kali, makan pun hanya lauk tahu dan tempe serta kopi sebagai pelengkap. Untuk perbekalan, Supardi mengatakan hanya berbekal obat-obatan dan pakaian saja.

Rencananya, Supardi akan berhenti di setiap polsek, polres, dan polda yang dilintasi. Disana, Supardi akan meminta tanda tangan dari setiap mako yang dlintasi. "Saya minta tanda tangan, itu untuk kenangan dan saya laporkan ke pengurus Kepala Daerah PP Polri," ujarnya. Sebenarnya, Supardi mengatakan mulanya keluarganya tak mengetahui niatannya untuk berjalan kaki Surabaya-Jakarta.

Namun, ketika ia hendak melaksanakan aksinya itu, istri dan anaknya diberitahunya.

"Awalnya anak istri saya tidak tahu, mereka tahunya setelah saya ngurus ini dan saya beritahu, alhamdulillah semua mendukung," tutupnya.nt

Berita Populer