Penipuan Emas, Dituntut 3 Tahun

SURABAYAPAGI.COM, Sura­baya – Empat terdakwa Kasus penipuan emas batangan PT Ane­ka Tambang Tbk atau Antam dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman berbeda dalam sidang lanjutan di Penga­dilan Negeri Surabaya pada Selasa (26/11/2019).

Empat terdakwa, yaitu En­dang Komara, Misdianto, Ahmad Purwanto, dan Eksi Anggraini (berkas terpisah) dituntut dengan hukuman mulai 2 sampai 3 tahun. Dalam surat tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko menyebutkan, para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melaku­kan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 378 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut terdakwa Eksi Anggraini dengan pidana selama tiga tahun sepuluh bulan penjara. Terdakwa Endang Komara dan Misdianto dengan pidana selama tiga tahun enam bulan penjara. Adapun terdakwa ahmad Purwan­to dengan pidana selama dua tahun enam bulan penjara dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,” ujar Winarko.

Setelah mendengarkan pem­bacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Maxi Sigarlaki memberi kesempatan para terdakwa untuk mengajukan pembelaan. Baik secara masing-masing atau bersa­ma-sama dengan penasihat hukum (PH) para terdakwa.

“Saya beri kesempatan para terdakwa untuk mengajukan pem­belaan pada persidangan tanggal 3 Desember mendatang. Bila tidak mengajukan pada tanggal tersebut, majelis menganggap terdakwa tidak menggunakan haknya melakukan pembelaan,” cetus hakim Maxi.

“Kalau sampai tanggal 3 tidak ajukan pembelaan, dianggap tidak mengajukan pembelaan. Majelis akan menerapkan Pasal 198 ayat 2, kalau tidak hadir, Persidangan tetap bisa dilanjutkan,” tambahnya

Melalui penasihat hukum­nya, para terdakwa kemudian menyanggupi untuk mengaju­kan pembelaan yang diserahkan sepenuhnya kepada para PH nya.

“Siap pak hakim,” kata para PH terdakwa.

Ketika ditemui usai persidangan, PH terdakwa Eksi Anggraini, Maya Indah menga­ku, tuntutan JPU terlalu berat untuk kliennya. Dia menghara­pkan hakim bisa membebaskan kliennya.

“Kami akan tetap melakukan pembelaan. Kami harap hakim dapat membebaskan klien kami. Karena klien kami juga sudah mengembalikan uang fee sebesar Rp93 miliar,” tutur Maya