Penghina Banser Tidak Paham Esensi Takbir

SURABAYAPAGI.COM -Maman Imanulhaq, Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB menilai orang yang menghina dua kader Badan Anshor Serbaguna (Banser) PBNU tidak paham mengenai esensi dan nilai Islam yang terkandung dalam kalimat takbir.

Menurut Maman, penghina anggota Banser itu justru menunjukkan kebodohannya.

"Takbir yang ditunjukkan oleh oknum tersebut menunjukkan ketidakpahamannya kepada nilai takbir. Dia menggunakan kalimat takbir untuk sebuah kebathilan yang dia paksakan, untuk sebuah kebodohan yang dia luncurkan," kata Maman, Rabu (11/12).

Maman menyatakan kalimat takbir tak seharusnya dimanipulasi menjadi alat untuk menunjukkan kesombongan terhadap orang lain. Sebaliknya, Maman berpandangan esensi kalimat takbir adalah bentuk pengakuan kecilnya seorang hamba terhadap kebesaran kekuasaan Allah SWT.

"Takbir adalah pernyataan seorang hamba betapa kita kecil di depan Allah, betapa tak berdaya di depan Allah. Bukan untuk pemaksaan, bukan ketakaburan, bukan kesombongan," kata dia.


Terlebih lagi, orang yang melakukan persekusi itu turut mengucapkan kata ’anjing’ kepada kader Banser. Menurut Maman, hal itu makin menunjukkan bahwa orang tersebut tak mengerti sama sekali nilai-nilai ajaran agama Islam yang mengedepankan kedamaian.


"Sekali lagi, anggota Banser telah membungkam pihak-pihak yang memanipulasi kalimat-kalimat tauhid, kalimat takbir untuk ego kesombongan dan ketakaburannya," kata Maman.

Maman mengapresiasi sikap dua anggota Banser yang telah dihina namun tetap tenang dan tak emosional. Menurutnya, sikap anggota Banser tersebut mencerminkan esensi Islam sebenarnya yang tak mudah terprovokasi dan tak melayani orang marah.


"Pada konteks inilah sebenarnya anggota Banser menjelaskan kepada publik jati diri seorang Banser. Banser akan menjaga nilai-nilai islam, Islam yang toleran, damai dan membangun peradaban," kata dia.