•   Kamis, 9 April 2020
Kriminal

Pengakuan Gay yang Terpaksa jadi PSK

( words)
AN (kanan pakai kerpus), saat dihadirkan di Mapolrestabes Surabaya. AN menjadi korban trafficking yang dikelola tersangka Fiqih Adiyatma (pakai topeng vendetta). (SP/NARENDRA BAKRI)


Menjadi Gay Empat Tahun Terakhir, Rela Terima 150 Ribu Usai Layani Sesama Jenis

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jika dilihat secara fisik, tubuh AN memang normal seorang laki-laku. Namun siapa sangka, pemuda 27 tahun asal Lumajang itu memiliki kelainan seksual. Bahkan, atas kelainannya itu, dia terpaksa menganggur karena malu. Dan untuk bertahan hidup, AN bahkan rela menjadi PSK (pekerja seks komersial). Uang dari hasil melayani sesama jenis itu, ia pakai untuk membayar kos dan makan sehari-hari di Surabaya. Mengapa?
Dalam pengakuannya kepada Surabaya Pagi, Jumat (23/2/2018), AN tidak menampik bahwa dirinya adalah gay. Pemuda berbadan gemuk itu merasa perilaku seks menyimpangnya, sejak 4 tahun terakhir. Darisanalah, AN mulai introfet (menutup diri) untuk bersosialisasi terhadap lingkungannya. Dan untuk menutupi kekurangannya itu, AN mulai hijrah ke Surabaya. Di Surabaya, AN merasa cukup nyaman. Sebab di Kota Pahlawan ini, dia sudah banyak teman, terutama para gay yang dikenalnya melalui jejaring sosial facebook (FB). "Awalnya saya hanya kumpul kumpul saja bersama teman sejenis (para gay). Tapi setelah itu saya bingung, bagaimana bertahan hidup di Surabaya," aku AN di Mapolrestabes Surabaya. Dari keluhannya itulah, AN mulai mendapat jalan. Adalah Fiqih Adiyatma, pemuda 22 tahun asal Driyorejo Gresik yang memberikan solusinya. Oleh Fiqih, AN ditawari untuk menjadi pemijat sesama jenis. Tawaran itupun langsung diterima AN tanpa fikir panjang. Karena AN bersedia, Fiqih akhirnya menawarkan jasa Full Body Massage khusus pria itu di akun FB Ari Syah miliknya. Awalnya, AN memang hanya melayani pijat full body. Namun ternyata, AN diminta Fiqih untuk melayani hasrat seksual para gay yang berlangganan ke Fiqih. Karena Fiqih juga turut melayani, AN merasa tenang. "Ya begitu itu. Kami melakukan hubungan seks sesama jenis bertiga (threesome). Dan setiap kali selesai, saya diberi uang 150 ribu. Saya tidak tahu kalau dia (Fiqih) mendapat keuntungan atas jasa yang saya berikan," kata AN. Dalam sebulan terakhir, AN mengaku sudah melayani langganan yang dicari Fiqih, selama 6 kali. Dan ternyata, Fiqih mendapat keuntungan jauh lebih banyak dari yang AN dapatkan. Sebab, para pelanggan harus membayar jasa AN sebesar 800 ribu sekali kencan. Oleh Fiqih, AN hanya diberi uang 150 ribu. Sisanya, praktik masuk ke kantong Fiqih. AN bahkan baru mengetahui ulah Fiqih itu, setelah dirinya, Fiqih dan pelanggannya digerebek polisi di Hotel di Jalan Panglima Sudirman Surabaya, Rabu (21/2/2018) kemarin. "Saya tidak tahu saya mau kemana setelah ini. Saya sudah terlanjur tertarik dengan sesama jenis. Mungkin saya akan pulang ke kampung halaman. Mungkin juga saya akan tetap bertahan di Surabaya dengan hidup seadanya," tandas AN seraya menundukkan kepalanya. Sementara itu, penggerebekan itu sendiri dilakukan oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Unit ini melakukan penggerebekan setelah melakukan penelusuran media sosial FB yang menawarkan jasa full body massage tersebut dengan tarif tak wajar. Dan benar, saat berhasil menggerebek, unit ini mendapati tiga pria (Fiqih, AN dan pelanggan) dalam keadaan telanjang bulat. "Kami mengamankan barang bukti kondom yang belum terpakai, uang DP dari pelanggan yang diterima tersangka (Fiqih, red), serta bill hotel tempat mereka melakukan seks threesome," papar Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni. Dari hasil pemeriksaan, tersangka Fiqih ternyata sudah satu tahun terakhir menjadi mucikari para gay. Dan dalam satu bulan terakhir, Fiqih sudah mendapat 6 pelanggan yang juga gay. Modusnya, Fiqih menawarkan jasa pijat full body khusus pria melalui akun FB Ari Syah miliknya. Namun setelah ada pelanggan yang bertukar nomor WA, Fiqih ternyata menawarkan jasa esek-esek sesama jenis (gay) dengan layanan threesome. Fiqih bahkan menyebar foto-foto para gay yang sedang bermesraan kepada pelanggannya, agar para pelanggannya lebih tertarik. "Kami menduga sudah banyak korbannya. Untuk itulah kami tengah melakukan penelusuran. Sebab dari hasil pemeriksaan, tersangka juga aktif dalam komunitas gay yang diikutinya," pungkas AKP Ruth Yeni.bkr

Berita Populer