Pendeta HL, Masih Bungkam

Buntut Pergunjingan Dugaan Pencabulan, Gereja Happy Family Center Minggu Kemarin Masih Membuka Kebaktian
Tim wartawan Surabaya Pagi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pendeta HL, yang dikenal sebagai Gembala Gereja Happy Family Center (HFC), sampai malam tadi, masih menutup diri terkait pergunjingan jemaahnya bahwa ia diduga pernah melakukan pencabulan terhadap beberapa perempuan. Termasuk anak eksportir dan importir Andy Wiryanto.

Tim Surabaya Pagi, Minggu siang kemarin (29/12/219) menghubungi Pdt Hl melalui sambungan telepon Whastapp dinomor +628123101xxx, pukul 13.45 wib. Sampai pukul 18.50 tidak ada tanggapan. Bahkan pada pukul 19.29 baik sambungan telp atau pesan WA yang berisi "Terkait pemberitaan tersebut, apakah bapak bersedia di konfirmasi?" Juga tidak dibalas Pdt HL. Konfirmasi ini untuk cover both side berita harian Surabaya Pagi yang terbit hari Sabtu berjudul ‘’Pergunjingan Pendeta Happy Family Center.’’

Isi konfirmasi dari tim Wartawan Surabaya Pagi, berbunyi ‘’Selamat siang Pak Hanny, Saya Jemmi wartawan Surabaya pagi,,,Mau konfirmasi terkait beredarnya informasi dugaan pencabulan yang dilakukan pak hanny,,, mungkin bisa memberikan statemen untuk publik bagaimana sebenarnya yang terjadi, itu fitnah atau bagaimana pak?"

Robert dan Gunawan
Namun, hingga pukul 18.50 WIB Minggu (29/12/2019), tidak ada balasan dari Pdt HL. setengah jam lagi, tim Surabaya Pagi menghubungi Pdt HL, lagi, baik melalui sambungan telp atau pesan WA yang berisi "Terkait pemberitaan tersebut, apakah bapak bersedia di konfirmasi?" Juga tidak ada balasan.

Tim Surabaya Pagi, menghubungi beberapa Jemaah Gereja Happy Family Center, Minggu siang kemarin. Hanya dua orang yang bisa memberi tanggapan yaitu Gunawan dan Robert.

Jemaah Gunawan, mengatakan dirinya sudah sepuluh tahun menjadi jamaah di Gereja HFC, Selama itu dirinya tidak pernah mendengar adanya tindakan asusila terhadap Anak Andy. "Itu issu dari mana mas, itu hubungan antara IR (anak Andy) dan Yang bersangkutan (HL) adalah anak dan orang tua angkat. Sama bu Agnes juga dekat," kata Gunawan dengan nada sedikit geram saat ditemui Surabaya Pagi, Minggu (29/12/2019).

Anak dan Orangtua Angkat
Dikatakannya, jamaah gereja HFC mengetahui hubungan IR dan Pdt HL, ibarat Anak dan orang tua angkat. Selama menjadi jamaah gereja, ia menilai jika Pendeta HL memiliki track record yang baik. "Selama saya jadi jamaah, saya tidak pernah mendengar hal-hal anek tentang pastur kami. Apalagi tindakan asusila itu," katanya.

Ditanya terkait gaya hidup pendeta HL yang mewah hingga bisa membeli gedung PDAM di jalan protokol Jl. Basuki Rachmad, dan menjadi sorotan di Pemerintah Kota Surabaya serta pencari keadilan di Pengadilan Negeri Surabaya, Gunawan mengatakan jika HL menjadi pendeta mendapatkan gaji dari beberapa jamaah. "Dia menjadi pastur kan hanya menerima gaji, keuangan kan di kelola gereja. Disini ada management dan ISO. Jadi kalau ada ISO keuangan di gereja pasti terbuka," tambah Gunawan.

Senada dengan Gunawan, jamaah gereja HFC lainnya, Robert juga mengatakan tuduhan yang dilontarkan kepada pendeta HL, adalah tindakan orang-orang yang tidak suka terhadapnya. "Itu pasti orang tidak suka pada Pak HL. Yang kami tau beliau (HL,red) adalah orang tua angkat IR, anak Pak Andy Wiryanto. Saya tidak pernah dengar adanya tindakan itu, buktinya gerejanya masih ramai," kata Robert.

Menolak Dibaptis Pdt HL
Ditanya terkait pendeta Xavier Q Pranata yang menggantikan pendeta HL, kedua jamaah tersebut mengatakan bukan digantikan. Tetapi mengganti Pendeta HL untuk sementara, karena saat ini Pdt HL, tidak enak badan.

"Tidak digantikan mas, cuman sementara tidak khutbah karena tidak enak badan. Lha kalau sakit, kan harus ada yang menggantikan. Pendeta Xavier juga kan orang dalam, jadi ndak masalah. Tapi saat ini belum digantikan. Khutbah tetap diisi oleh istri beliau," jelas Gunawan yang diamini Robert.

Gunawan menambahkan, kabar penolakan IR yang menikah dan dibaptis oleh pendeta HL tidak ada hubungannya dengan issu pencabulan.

“IR, tidak mau dibaptis oleh pendeta HL, bukan berarti ada hal aneh. Kan bisa saja calon suami dari IR memiliki pendeta lain atau dibaptis oleh pendeta keluarga calon suaminya," tutup Gunawan, membela Pdt HL.

Perilaku Menyimpang Gembala Gereja

Sementara itu, terkait adanya dugaan pendeta dapat memperkaya diri dari hasil jemaat, direspon seorang pengajar teologi Surabaya, mengakui adanya kasus-kasus korupsi dan pencucian uang yang menyangkut petinggi gereja.

Seperti diungkapkan oleh salah seorang Direktur Pascasarjana di Surabaya yang enggan meminta namanya dirahasiakan.

Diakuinya, saat ini memang ada kelemahan dalam ajaran beberapa gereja lokal yang hanya menekankan personal sin seperti seks bebas, judi, mabuk dan sebagainya. Gembalanya sering lupa dimensi social sin yang menyangkut relasi sosial.

"Jarang sekali bicara soal ketamakan, sehingga ada gembala dan jemaah yang mengatakan Tuhan itu urusan di gereja. Kalau saya di gereja, Tuhan nothing to do with my business,” bebernya.

Karena itu, jemaah ini mengamati ada banyak orang saleh di gereja, tapi juga perilaku bisnis yang jauh dari nilai-nilai Kekristenan, seperti suka menyuap dan menghalalkan segala cara mengurus izin dengan menyuap. Pebisnis yang jadi gembala ada yang berpikir tidak ada urusannya suap dengan Tuhan dan termasuk main perempuan yang suka sama suka yang sebenarnya pencabulan,” tambah pria berusia sekitar 52 tahun, warga Surabaya pusat.

Gembala Billy Ditangkap KPK

”Pendeta kaya raya, karena gereja rawan untuk tempat pencucian uang. Makanya jemaat di kota Surabaya mencium beberapa pendeta gereja lokal bisa melakukan bisnis. Karena gereja lokal bisa jadi pintu lebar bagi kemungkinan pencucian uang, “ kata jemaat yang sudah memantau pertumbuhan gereja gereja lokal di Surabaya dan Jakarta, “ setelah pulang dari Gereja di Jl. Dr. Soetomo Surabaya, Minggu (29/12/2019) siang.

Ia mencontohkan kasus publik yang menjerat Billy Sindoro, gembala sidang Gereja Christ Catedral (bagian dari Gereja Bethel Indonesia Basilea).

Billy, dicokok KPK dalam kasus suap izin Meikarta pada 2018. Meikarta adalah usaha dari Lippo Grup tempat Billy menjadi salah satu bosnya. Dan suap semacam ini bukan pertama kali dilakukan oleh Billy. Pada 2008, ia pernah ditangkap KPK karena menyuap Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha dalam kasus hak siar Barclays Premier League.