Pencemaran Pupuk Cair Berimbas pada Air Sumur

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Air sumur milik Firman Efendy, warga Kabupaten Mojokerto berubah warna coklat dan mirip teh. Air sumur warga Dusun Ngepung, Desa Beratwetan, Gedeg, tersebut diduga tercemar pupuk cair untuk tanaman tebu.
Pekerja bangunan di rumah Firman, Wuliyono (50) mengatakan, air sumur berubah warna itu terjadi sejak sepekan lalu. Itu setelah ada penyiraman pupuk cair ke perkebunan tebu milik warga. Perkebunan tebu hanya berjarak sekitar 20 meter dari sumur.
"Kemungkinan pupuk cair itu meresap dari kebun tebu mengikuti air hujan masuk ke sumur ini. Kalau ada yang sengaja membuang pupuk ke sumur, tak mungkin. Karena pagar rumah selalu terkunci. Kalau siang juga ada pekerja di sini," kata Wuliyono.
Selain itu, lanjut Wuliyono, bau dan warna air sumur milik Firman mirip dengan pupuk cair tersebut. Yakni berwarna kecokelatan dan berbau mirip tetes tebu (molase).
Sebelum diguyur pupuk cair, kata dia, kebun tebu di sekeliling rumah Firman diberi pupuk limbah penyedap rasa. Pencemaran ke sumur baru terjadi sejak pemilik lahan beralih ke pupuk cair.
"Kalau pupuk baunya lebih tajam, warnanya lebih pekat mirip tetes tebu," ungkapnya.
Pupuk cair tersebut merupakan jenis Pupuk Hayati Enero (PHE) buatan pabrik bioetanol PT Enero di Gedeg, Mojokerto. Pupuk yang satu ini hasil olahan dari limbah bioetanol. Humas PT Enero Diman Anandito membenarkan pupuk cair yang disiramkan ke lahan di depan rumah Firman merupakan jenis PHE.
Pupuk tersebut dikirim atas permintaan petani tebu di bawah naungan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep. "Pupuk kami sudah mendapat izin edar dari Kementerian Pertanian," tandasnya.
Air sumur di rumah Firman tercemar hingga berubah warna mirip teh. Bau air mirip dengan tetes tebu. Kondisi ini terjadi sejak sepekan terakhir.