Pemuda Lamongan, Galang Sedekah Sampah Untuk Kaum Duafa

SURABAYAPAGI.com, Lamongan- Bagi pemuda di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan, ini sampah bisa jadi sarana untuk bersedekah. Sedangkan yang kita tahu, biasanya sampah dibuang begitu saja.

Muvid (27), warga Dusun Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Paciran ini adalah seorang pemuda yang memiliki ide mulia tersebut.

Yang telah dilakukan oleh Muvid dan juga para temannya tersebut patut untuk kita tiru. Pasalnya, mereka menunjukkan bahwa kalangan pemuda juga bisa bermanfaat buat warga dan lingkungannya.

Muvid bersama 50 orang temannya mengumpulkan sampah dari warga untuk dijual, hasil dari penjualan sampah ini disedekahkan untuk warga yang kurang beruntung.

"Kadang kita terbelenggu kalau membantu, menyumbang dan mungkin bersedekah harus dengan uang atau harta saat kita dalam kondisi lebih. Dari sini kami berpendapat bahwa bersedekah itu bebas, apapun yang bisa diberikan kepada orang lain yang penting ikhlas dan memiliki manfaat," kata Muvid.

Muvid bersama rekan-rekannya kemudian menggalang sedekah sampah 3 kali dalam seminggu, yaitu pada hari Minggu, Selasa dan Rabu.

Mereka mendatangi rumah-rumah warga di Kematan Paciran untuk mengambil sampah. Bahkan juga ada penggalangan sedekah rosokan dari media sosial.

"Kalau ada warga yang tertarik kita akan mengambil ke rumah warga," ungkapnya.

Dalam sekali ambil, mereka bisa memperoleh 3 gerobak sampah, di mana kebanyakan sampah yang mereka kumpulkan adalah plastik dan kardus bekas.

Sampah-sampah yang berasal dari warga ini kemudian dikumpulkan dan dipilih kemudian dijual pada pengepul barang bekas.

"Dalam sekali ambil ini kami biasanya menjualnya kembali dan memperoleh uang antara Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu , tergantung jenis rosokannya, soalnya harganya berbeda-beda," ungkap Muvid.

Semua hasil dari penjualan sampah ini mereka serahkan ke anak yatim piatu dan kaum duafa.

Seluruh hasil penjualan sampah ini, menurut pengakuan Muvid, dikembalikan berupa pembagian sembako, amplop senyum dan berbentuk lainnya untuk warga yang kurang mampu.

"Dibagikan setiap hari Senin, terkadang berupa amplop senyum 50.000 dan beras 5 kg, pak," ungkapnya.