•   Sabtu, 25 Januari 2020
Peristiwa Nasional

Pemprov Banten Salahkan Pendatang, Karena Banyaknya Pengangguran

( words)
Ilustrasi


SURABAYA.COM, Serang - Setiap pasca lebaran dan kelulusan sekolah setingkat SLTA, bahkan katanya terjadi pelonjakan pengangguran yang bisa mencapai 7 sampai 10 persen dari jumlah total pengangguran di Banten.

Data dari Disnaker sendiri, lanjut Al Hamidi ada 1,5 juta orang yang bekerja di Banten. Ia berdalih bahwa 70% merupakan pekerja yang datang dari luar daerah. Paling banyak, mereka yang datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pemprov Banten menyalahkan para pendatang terkait tingginya angka pengangguran. Daerah ini menempati urutan pertama se-Indonesia dengan jumlah pengangguran 8,11% versi BPS atau 490,8 ribu orang.

"Banten ini banyak tempat pencari kerja mengadu nasib, banyaknya urbanisasi dari luar Banten yang mencari kerja di sini belum terserap semua, menumpuk-numpuk sehingga menjadi angka pengangguran," kata Kepala Dinas Tenagar Kerja Banten Al Hamidi kepada wartawan di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, Rabu (6/11/2019).

Sebab itu, lanjutnya Pemprov Banten membuat Pergub Nomor 9 ahun 2018 yang isinya adalah industri harus melaporkan lowongan yang dibuka ke pemerintah daerah. Di Pergub juga diatur agar lowongan mengistimewakan putera daerah.

"Tapi ini pun belum efektif, mudah-mudahan ke depan bisa menjawab. Hampir seluruh kalau di Banten, dari Jawa yang jelas itu, Jawa Timur dan Jawa Tengah," katanya.

Di luar urbanisasi, ia juga berdalih bahwa 740 SMK di Banten kesulitan ditempatkan di industri. Khususnya mereka yang mengambil jurusan perkantoran dan bisnis.

"Ini kejuruan dari SMK yang ini tidak dapat memasuki pangsa pasar, 740 SMK ini kebanyakan (jurusan) bisnis perkantoran, kan itu mau ditempatkan di mana," pungkasnya.

Berita Populer