Pemkot Surabaya Terus Tekankan Protokol Kesehatan Ke Masyarakat

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara.SP/BYTA

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya melalui Kepala Bagian Humas menyampaikan bila akan terus menekankan protokol kesehatan kepada masyarakat Kota Surabaya.

Hal ini merupakan menurunkan warna dan zona di Kota Surabaya. Pad peta sebaran Covid - 19 di Surabaya sudah menunjukan warna indikator yang sekarang telah berwarna oranye.

Artinya tingkat paparan Covid - 19 sudah berangsur-angsur menurun. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyampaikan bila apapun warnanya, Pemerintah Kota Surabaya akan terus melakukan upaya-upaya.

"Harus ada kesadaran dari kita semua juga. Terkait dengan hal itu, arahan dari BNPB Pusat. Kita patut bersyukur Surabaya menjadi lebih baik sekarang. Penanganan pandemi Covid ini kan dari tingkat penularan juga sudah mulai terkendali," terangnya.

Lelaki yang akrab di sapa Febri itu, menekankan bila apapun yang di labelkan untuk Kota Surabaya, maka Pemerintah Kota akan terus menerapkan protokol kesehatan dengan tidak mengendorkan sedikit pun.

"Perubahan status tersebut tidak menjadi melonggarkan protokol. PSBB berakhir pun Pemkot Surabaya masih melakukan sosialisasi dan Ibu Walikota juga turun sendiri untuk sosialisasi menggunakan masker," jelasnya.

Penurunan paparan Covid - 19 di juga di sokong dengan adanya penerapan sanksi, kemudian pendisiplinan protokol kesehatan di beberapa tempat, seperti di perusahaan, mall, dan pasar.

"Dengan penambahan swab di tempat kerumunan, Surabaya harapannya bisa lebih baik," ucapnya.

Febri juga mengungkapkan bila hampir 90% persen para pasien terjangkit Covid - 19, merupakan para pasien komorbid atau para pasien yang memiliki riwayat penyakit klinis.

"Data dari Dinas Kesehatan, hampir 90% yang terjangkit Covid itu punya penyakit pendahulu seperti diabet atau hipertensi jadi orang tersebut rentan dan dapat tertular dari para orang tanpa gejala," pungkasnya.Byt