Pemkot Siapkan Integrasi Transportasi Kota

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali melaunching Suroboyo Bus tahap 2 di halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (4/1). Peluncuran 10 bus baru itu ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wali Kota Risma dan diberikan kepada crew Suroboyo Bus. Selanjutnya, Wali Kota Risma juga memecahkan kendi sebagai pertanda diluncurkannya bus baru tersebut.
Risma mengatakan Suroboyo Bus yang baru ini untuk menambah kekuatan bus yang sudah ada sebelumnya, supaya nantinya headway atau waktu antara dua sarana angkutan untuk melewati suatu titik atau tempat perhentian bus bisa lebih pendek. Selama ini, rata-rata 20 menit dan selanjutnya diharapkan lebih pendek bisa menjadi 10 menit. “Jadi, ini akan menambah kekuatan rute timur-barat dan rute utara-selatan,” kata Risma seusai peluncuran Suroboyo Bus.
Sementara Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Whisnu Sakti Buana menyikapi peluncuran tambahan 10 unit Bus Suroboyo. Menurutnya, pemkot telah menyiapkan program berkesinambungan sehubungan moda transportasi kota. "Pemerintah Kota saat ini menyeriusi dan mematangkan konsep pengembangan operasional Bus Suroboyo yang akan dipadukan dengan angkutan kota (Angkota)," kata Whisnu, Jumat (4/1).
Menurut Whisnu, Bus Suroboyo itu akan menghubungkan Surabaya sisi Selatan dengan Utara. Untuk penghubung Surabaya Timur dan Barat bisa dengan monorail atau elevated yang melintasi track yang dibangun di atas jalan.
Keberadaan armada Angkota (bemo/lyn) dibutuhkan sebagai feeder (angkutan pengumpang, red) yang beroperasi dalam perkampungan. Sehingga warga yang hendak berpergian dengan kendaraan umum tanpa harus menunggu waktu lama. Sewaktu-waktu ada armada Angkota yang bisa dicegat di perkampungan, untuk membawa ke jalan protokol yang dilalui Bus Suroboyo sebagai moda transportasi lanjutan.
Pemkot sendiri sudah berkomunikasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Surabaya sebagai gabungan organisasi pengusaha angkutan darat berikut paguyuban lyn. “Sekarang ini ada 80 rute atau trayek lyn, Cuma tidak semuanya efektif. Sesuai koordinasi, rencananya 80 rute dalam kota ini akan dipadatkan menjadi 40 saja. Setelah itu, peremajaan armada Angkota bisa dilakukan,” sambung Whisnu.
Pengusaha atau pemilik armada Angkota yang sekarang ada tidak perlu mengkhawatirkan sumber pendanaan pengadaan unit baru. Dunia Perbankan akan melirik menawarkan pendanaan. Yang sudah memastikan kesanggupan adalah Bank Jatim.
Cicilan ke bank bisa menggunakan hasil pengoperasian armada baru. Pemkot menjamin pengusaha akan bisa cepat mendapatkan modalnya kembali (break event point) serta keuntungan (margin). Pemilik armada tak perlu mengkhawatirkan kesulitan membayar cicilan. Sebab, sistem pengoperasian armada untuk masuk dan keluar kampung akan ditentukan.
Ada syarat yang dibebankan ke pengusaha atau pemilik armada Angkota. Apa itu? Harus memiliki badan hukum. “Untuk badan hukum tidak harus PT. Pemilik armada bisa membentuk koperasi. Koperasi ini yang akan memberikan jaminan pemberian kredit kepemilikan kendaraan. Yang menjamin pencairan dari pihak bank,” ulas Whisnu.
Keberadaan koperasi juga menyediakan suku cadang yang pembayarannya bisa dengan cara mencicil. “Tadi kan rencananya Cuma ada 40 rute. Misalkan tiap satu rute ada dua bengkel khusus armada Angkota, ini kan sudah membuka peluang kerja. Ada tenaga mekanik, bisa dari lulusan SMK Jurusan mesin yang terserap,” tutupnya.