Pemkab Probolinggo Sulap Paviliun RSUD Waluyo Jati Sebagai Ruang Isolasi

Suasana RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Probolinggo. SP/ PJ

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Meluasnya wabah Covid-19 yang menyebabkan banyak pasien positif Covid-19 harus dirawat. Hal tersebut dirasakan oleh RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Probolinggo mengalami kendala yaitu runag isolasi Sudah banyak yang penuh. Sedangkan, ruang isolasi di RSUD Tongas, baru terisi sekitar 60 persen. Namun, penambahan ruang isolasi di RSUD Tongas terkendala minimnya tenaga kesehatan (nakes).

Dengan adanya kejadian tersebut maka Pemkab Probolinggo, memutuskan menjadikan gedung paviliun RSUD Waluyo Jati, sebagai ruang isolasi. Saat ini, 45 tempat tidur di ruang isolasi Waluyo Jati, sudah penuh. Karenanya, ditambah 40 tempat tidur di ruang isolasi baru.

“Banyaknya pasien Covid-19 yang harus dirawat dan mendapatkan penanganan medis, membuat ruang isolasi penuh. Terutama, di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan,” ujar Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.

Tantri mengatakan, ruang isolasi RSUD Tongas, belum penuh. Namun, di RSUD Tongas terkendala minimnya nakes. Karenanya, pihaknya terpaksa menyulap gedung paviliun sebagai ruang isolasi. “Akan tambah sekitar 40 tempat tidur ruang isolasi di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Nanti ruangan di gedung paviliun dijadikan ruang isolasi,” jelasnya.

Ia mengaku akan terus berupaya menekan kasus Covid-19. Karenanya, penegakan disiplin protokol kesehatan terus digalakkan. Mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, sampai desa akan kembali diaktifkan. Jika tidak, lonjakan kasus Covid-19 akan terus terjadi.

“Semoga saja dengan tracing yang meluas dan tes swab yang masif, menjadikan lonjakan kasus Covid-19 ini sebagai awal untuk penghentian penyebaran Covid-19,” harapnya. Dsy14