•   Kamis, 27 Februari 2020
Internasional

Pembuat Drone China Di Tuduh Melakukan Peretasan Atas AS

( words)
Michael Perry, director of strategic partnerships of DJI saat DJI Spark, New York. SP/ALC


Setelah menuduh Iran atas kapal tanker, kini giliran China. Perusahaan pembuat Drone (pesawat tak berawak) China dituduh oleh Amerika telah melakukan peretasan atas kemanan Negara AS.
SURABAYAPAGI.com - Hal itu dibantah oleh Michael Perry sebagai direktur DJI. Michael telah melayangkan surat kepada senat AS pada hari Senin yang berisi mengenai bantahan atas apa yng dituduhkan oleh AS.
Drone DJI "tidak membagikan log penerbangan, foto, atau video" dan "tidak secara otomatis mengirim data penerbangan ke Cina atau di mana pun," menurut surat itu.
Surat itu mengatakan bahwa beberapa saksi di sidang subkomite pada 18 Juni mengusulkan untuk membatasi persaingan, inovasi, dan ketersediaan teknologi drone "hanya berdasarkan negara asalnya," dan itu dapat menyebabkan "efek riak yang akan menghambat pertumbuhan ekonomi dan memborgol pegawai negeri yang menggunakan drone DJI untuk melindungi masyarakat dan menyelamatkan nyawa. "
"Spekulasi yang tidak berdasar dan informasi yang tidak akurat" disajikan pada sidang akan menempatkan seluruh industri drone AS dalam bahaya," menurut surat itu.
Pada 20 Mei, Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur (CISA) AS mengeluarkan peringatan bahwa drone buatan China mengandung komponen yang mengumpulkan operasi dan data pelanggan untuk penggunaan intelijen.
Perusahaan Cina itu juga mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menggunakan kembali gudang di California menjadi pabrik perakitan drone, memproduksi versi populer dari drone, mengungkapkan rencananya untuk meningkatkan investasi di Amerika Serikat.

Berita Populer