Pemberian Pupuk Berimbang Dongkrak Hasil Panen Cabai Hingga 62,5 %

Panen demplot cabai rawit hasil pemupukan NPK Phonska Plus di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, Rejang Lebong, Bengkulu. SP/M.AIDID

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Berkat metode pemupukan yang benar hasil panen cabai petani di Bengkulu melonjak tajam. Itu terbukti saat PT Petrokimia Gresik menggelar panen demonstration plot (demplot) cabai rawit hasil pemupukan berimbang, bertempat di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada 9 Mei 2020.

Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyatakan, hasil panen kali ini mencapai 5,2 ton per hektarnya. Artinya ada peningkatan 62,5 persen dari rata-rata kebiasaan petani setempat yang hanya memperoleh 3,2 ton per hektar.

Dijelaskan Digna, pemupukan menggunakan NPK Phonska Plus mampu meningkatkan produktivitas cabai rawit hingga 2 ton per hektare. Ini merupakan hasil luar biasa untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. "Kegiatan ini adalah salah satu bukti bahwa upaya pemenuhan stok pangan nasional, khususnya cabai rawit, tetap berjalan meskipun Indonesia tengah menghadapi wabah penyakit," ucapnya.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan agar BUMN bidang pangan selalu mempertahankan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok, serta menjaga penyalurannya selama pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Digna menjelaskan, cabai rawit adalah salah satu tanaman hortikultura strategis nasional yang menjadi bahan pendukung berbagai industri makanan. Berdasarkan data BPS yang dirilis tahun 2019, panen cabai rawit nasional pada tahun 2018 mencapai 1,34 juta ton, atau terbesar nomor tiga setelah bawang merah dan kubis.

“Maka untuk menjaga bahkan meningkatkan produktivitas cabai rawit secara nasional, diperlukan pasokan pupuk yang berkualitas,” imbuh Digna.

Seperti diketahui, keunggulan NPK Phonska Plus adalah adanya kandungan mineral Zinc, yaitu unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk ini semakin relevan mengingat kandungan Zinc pada lahan pertanian di Indonesia sudah sangat berkurang. Kandungan Zinc inilah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi.

“Kami berharap pola pemupukan pada demplot ini dapat diterapkan oleh para petani cabai rawit lainnya," pungkasnya. did