Pemakaman Jenazah Gunakan APD, Warga di Denanyar Jombang Resah

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Adanya peristiwa pemakaman seorang warga asal Kecamatan Ploso di area pemakaman salah satu milik yayasan di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Jombang, Jawa Timur, membuat resah warga.

Warga yang resah yakni di RT 07, RW 02, Dusun Denanyar Utara, Desa Denanyar. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dusun (Kasun) Denanyar Utara, Tomi Samsul Kurniawan.

"Saat ini pihak desa juga belum tahu, siapakah orang yang dimakamkan di area pemakaman khusus milik salah satu yayasan tersebut," ujarnya, saat dikonfirmasi, Sabtu (04/4/2020).

Tomi mengakui baru hari ini mendapat laporan dari Pak RT yang menanyakan penjelasan dari yayasan soal proses pemakaman itu.

"Yang jelas pihak desa memang belum mengetahui, apakah orang yang dimakamkan kemarin pada pukul 09.30 WIB pagi itu pasien Covid-19," akunya.

Tomi menjelaskan, saat dirinya mencoba mendatangi rumah pengurus pemakaman yayasan itu, rumahnya sedang tutup.

"Yang meninggal ini orang Ploso di pemakaman Cina. Proses pemakaman menggunakan APD, ada sekitar tiga orang menggunakan mobil ambulan. Kemungkinan dari RSUD," jelasnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Tomi berharap ada penjelasan dari pihak pemkab melalui Satuan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang.

"Ya paling tidak ada informasi dari Dinkes, RSUD atau dari gugus tugas. Sehingga kita bisa memberikan penjelasan pada masyarakat," harapnya.

Sementara Ketua RT 07, RW 02, M. Huda menerangkan, warga resah dipicu adanya sejumlah petugas pemakaman yang datang dengan mengenakan baju alat pelindung diri (APD).

"Tumben baru kali ini ada pemakaman di lingkungan kita dengan menggunakan APD. Ini baru pertama kali," terangnya.

Huda pun tidak mengetahui siapa orang yang dimakamkan saat itu. Namun dari informasi yang ia dapat, jenazah ini berasal dari Kecamatan Ploso.

"Informasinya ada yang mengenakan APD. Dampaknya, masyarakat lingkungan sini merasa takut, karena situasi saat ini seperti ini," cetusnya.

Menurut keterangan Huda jarak pemukiman warga dengan area pemakaman itu sekitar 100 meter. Dan juga dekat dengan lingkungan pondok pesantren.

"Yang jelas kami berharap, wilayah kami tidak dijadikan area pemakaman pasien positif Covid-19. Ya kalau bisa dibuatkan pemakaman khusus Covid-19, biar tidak meresahkan warga," pungkasnya.

Disamping itu, pihak desa setempat belum mengetahui jenazah yang dimakamkan kemarin, apakah merupakan salah satu pasien ODP dan PDP yang dirawat di RSUD Jombang atau bukan.(suf)