•   Selasa, 28 Januari 2020
PERISTIWA

Pelukis Terlilit Sanca Peliharaannya

( words)
Jasad Pelukis jalanan Dwi Setiawan yang tewas terlilit ular peliharaannya sendiri


SURABAYAPAGI.com - Tak selamanya hewan peliharaan patuh terhadap majikannya. Bahkan, binatang tersebut bisa memangsa orang yang memeliharanya.
Hal itu dialami Dwi Setiawan. Pria yang bekerja sebagai pelukis jalanan tersebut tewas dililit ular peliharaannya, pada Jumat, 2 Februari 2018.
Saat itu, Dwi bersama tiga temannya, Ryan, Ahmad, dan Septian tengah nongkrong bareng di Taman Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat. Dwi membawa ular sanca peliharaannya yang kira-kira memiliki panjang 4 meter.
Di tempat itu, ia unjuk kebolehan dengan ularnya itu. Seolah-olahnya ularnya sudah patuh, dia pun melilitkan ular peliharaannya di leher.
"Korban (Dwi) melilitkan ular peliharaannya di leher sambil bermain-main," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Suyatno saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu, 3 Februari 2018.
Teman-teman Dwi sempat menegur untuk tidak melakukan hal itu. Sebab, menurut mereka, sejinak-jinaknya, tak menutup kemungkinan bisa saja terjadi hal yang tak diinginkan.
Tapi, bukannya berhenti melakukan aksinya itu, Dwi malahan melilitkan sekali lagi ular itu ke lehernya. "Selanjutnya korban kembali melilitkan ular sebanyak dua kali ke lehernya," kata dia.
Seketika, tiba-tiba saja Dwi tumbang di lokasi. Teman-teman mereka pun panik bukan kepalang. Leher Dwi ternyata dililit sang ular hingga ia tak bisa bernapas.
"Tidak lama kemudian korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Dan ular peliharaan kemudian melepaskan lilitannya dan berjalan," ujarnya.
Dari hidung Dwi tiba-tiba mengeluarkan darah. Belum sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Dwi sudah tak tertolong. (viv/cr)

Berita Populer