Pedagang Masih Keluhkan Tingginya Harga Beras

SURABAYAPAGI.com - Meski pemerintah mengklaim harga beras mulai turun, nyatanya di sebagian pasar tradisional masih tinggi. Hal itu masih menjadi keluhan pedagang saat ini.
Salah satunya pedagang beras di pasar Kebayoran Lama, Indra Putra. Dia mengaku tak kehilangan pelanggan lantaran harga yang diperolehnya dari agen cukup tinggi.
"Beras Bulog (Badan Urusan Logistik) per kg kita Jual Rp11 ribu atau Rp10 ribu. Kalau Premium 1 kita jualnya Rp14 ribu per kg, Premium 2 Rp13 ribu. Kita jual cuma 3 jenis ini, karena berasnya masih mahal," kata Indra saat ditemui VIVA di pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat 2 Februari 2018.
Dia menjelaskan, pihaknya membeli beras tersebut dari agen. Namun, untuk beras Bulog, Ia mengaku juga berasal atau dipasok dari pasar Induk Cipinang.
"Ya ada sedikit keluhan, maksudnya langganan agak berkurang, Ya kasihan juga pelanggan," ujar dia.
Menurut pengakuannya, harga beras sejak sebelum tahun baru, belum mengalami penurunan sama sekali. Kalau pun ada, sambung dia, setiap karung atau setiap 50 kg dia membeli hanya ada penurunan sebesar Rp5 ribu.
"Belum ada turun, paling turun Rp5.000. Misalnya Rp660 ribu saya beli untuk satu karung (beras Premium 1), atau 50 kg. Paling turun hanya jadi Rp655 ribu per kg," kata dia.
Apalagi, sambung dia, pedagang beras ditambah biaya pengangkutan atau 'uang panggul'. Sehingga sulit untuk menurunkan harga di tingkat konsumen apalagi untuk mengambil untung besar.
"Kita beli di Agen. Cuma itu juga belum uang panggul (Rp660 ribu), jadi jual beras ini sebetulnya untungnya enggak banyak," ujar
"Harapannya, saya harap pemerintah dengar suara saya, turunin harga beras agar masyarakat bisa membeli harga dengan murah. Kasihan dengan warga kelas bawah karena tidak mampu beli murah," ujarnya.
Bal berbeda diungkapkan Iwan, seorang pedagang beras di Pasar Kebayoran Lama. Menurut dia, harga beras mengalami penurunan sekitar Rp400 hingga Rp500 per kg.
"Untuk semua jenis beras. Kemarin kan bisa sampai Rp11.500 hingga Rp12.000 sekarang bisa dibeli Rp10.000 hingga Rp11.000 per kg,” ujarnya kepada VIVA.
Penurunan itu pun menurutnya terjadi karena persediaan beras sudah mulai banyak, menyusul panen raya yang sudah mulai terjadi.
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan bahwa pada Februari harga beras akan mengalami penurunan. Panen raya menurutnya akan mencapai puncaknya pada Februari hingga maret. (viv/cr)