•   Jumat, 22 November 2019
Pilwali 2020

PDI-P tak Mau Sendirian Usung Calon Walikota Surabaya

( words)
Wisnu Sakti Buana


Riko Abdiono-Alqomar,
Wartawan Surabaya Pagi

PDI Perjuangan (PDIP) tidak mau sendirian dalam proses Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya 2020 mendatang, meski partai ini memiliki 15 kursi di DPRD. Partai berlambang banteng moncong putih ini diharuskan membuka komunikasi dengan parpol lainnya untuk mengusung calon walikota dan calon wawali kota Surabaya.

Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi mengatakan sinyal komunikasi tersebut terbuka untuk semua partai politik. “Sampai saat ini belum ada parpol-parpol untuk berkomunikasi dengan kami. Meski PDIP bisa mengusung calon sendiri, namun kami tak menutup menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk mengusung calon bersama,” ungkap Kusnadi saat ditemui di kantornya, Rabu (16/10/2019).

Pria yang juga Ketua DPRD Jatim ini mengatakan karena segala sesuatunya harus bergotong royong dalam membangun kota Surabaya. ”Ada baiknya membangun bersama dengan partai lain untuk Surabaya yang lebih baik,” jelasnya.

Kusnadi mengungkapkan sampai saat ini parpol-parpol di Surabaya masih menunggu satu sama lain. ”Buat apa menunggu calon yang akan diusung PDIP. Menurut saya kerjasama tak harus dibangun jelang-jelang akhir akan pendaftaran resmi di Pilwali Surabaya. Kerjasama harus dimulai saat ini,” terangnya.

Muncul nama birokrat yang akan di usung di Pilwali Surabaya, Kusnadi mengaku pihaknya jika menolak birokrat untuk diusung di pilwali Surabaya bisa dikata menampik calon dari masyarakat. “Birokrat, ASN maupun tokoh masyarakat itu merupakan bagian dari masyarakat. Masak PDI Perjuangan menolak calon dari masyarakat. Kami tak masalah untuk memasukkan nama birokrat untuk calon yang akan diusung. Semua akan kami terima,” tandas mantan dosen PTS Surabaya ini.


Image

Seperti diketahui, saat ini kader PDI-P yang disebut-sebut bakal berebut tiket maju di Pilwali Surabaya adalah Wisnu Sakti Buana (Wawali Surabaya), Armuji (Anggota DPRD Jatim) dan Dyah Katarina (Anggota DPRD kota Surabaya).

Sementara itu, Vinsensius Awey mendapatkan ijin dari DPW Partai Nasdem Jawa Timur untuk mengikuti penjaringan Pilwali Surabaya di partai lain. Awey selama ini dikenal kritis sewaktu menjadi anggota DPRD Kota Surabaya 2014-2019 dari Nasdem. Namun dalam Pemilu 2019, ia gagal melaku ke Senayan (DPR RI). Hingga kemudian, Awey bakal ikut kontestasi sebagai Bakal Calon Wali Kota Surabaya.

Awey mengaku sudah bertemu langsung dengan Ketua DPW Nasdem Jawa Timur, Sri Sajekti Sudjunadi (Jeanette) untuk mengutarakan niatnya tersebut.

“Saya datang ke ketua DPW untuk meminta pandangan beliau terkait rencana saya untuk mendaftarkan diri ke PSI. Hasilnya cukup positif, beliau mempersilakan saya untuk membangun komunikasi politik dengan partai-partai yang ada," kata Awey, Rabu (16/10) kemarin.

Mantan anggota DPRD Kota Surabaya ini melanjutkan, Jeanette telah memberikan petunjuk agar dirinya bisa membangun komunikasi dengan partai yang mempunyai kesamaaan ideologi dan kesamaan pandangan dalam membangun kota Surabaya.

Awey melihat, salah satu partai yang sesuai dengan petunjuk dari Jeanette adalah PSI. "Secara informal, sudah ada ada pembicaraan (dengan PSI), teman-teman dari partai juga sudah melakukan komunikasi politik dengan PSI," ungkapnya. n

Berita Populer