PD Pasar Kota Kediri Ungkap Penyebab Pasar Setono Betek Sepi

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Sepinya pembeli di Pasar Setono Betek Kota Kediri menjadi persoalan serius bagi PD Pasar. Berbagai solusi dilakukan untuk membuat pasar tradisional di Jalan Patimura Kota Kediri itu agar berfungsi sesuai rencana awal.

Direktur PD Pasar Kota Kediri, M. Ihwan Yusuf menjelaskan, banyak penyebab sepinya pembeli di bangunan baru Blok A Pasar Setono Betek yang diresmikan sejak tahun 2017 lalu. Salah satunya polemik penempatan pedagang yang tidak sesuai rencana.

"Jadi kita harus flash back apa masalahnya. Pembangunan pasar ini ada dua lantai. Saat ini kondisinya pedagang tidak mau menempati sesuai arahan yang harusnya lantai atas untuk pedagang konveksi dan lantai bawah untuk pedagang basah seperti sayur dll," ujarnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (28/10/2019).

Ihwan mengakui, masalah tersebut masih menjadi persoalan serius. Sesuai desain awal lantai atas difungsikan untuk pedagang konveksi dan lantai bawah untuk pedagang basah. Namun dilapangan saat pembagian kios los banyak pedagang enggan menempati pembagian tersebut. Beberapa pedagang konveksi memaksa berjualan di lantai bawah dan pedagang basah rata-rata memilih tidak membuka dagangannya.

"Kita blak-blakan saja sebab pasar itu akan ramai jika pedagang basah hidup, maka pasar akan ramai. Jadi jika pengen ramai maka Pasar Setono Betek harus difungsikan sesuai rencana awal dulu," jelasnya.

Kondisi penempatan yang tidak sesuai rencana berdampak bagi pedagang dan sepinya pembeli. Bahkan ratusan pedagang juga memilih tidak membuka kiosnya.

Dari 424 kios los ada sekitar 120 kios los yang sampai saat ini belum difungsikan. Menurut Ihwan, pasar tradisional bisa ramai jika semua pedagang berjualan.

"Sebab untuk menarik pembeli sebenarnya antar pedagang ini saling mempengaruhi. Contohnya seperti Pasar Pahing yang terlihat ada beberapa pedagang yang buka sampai malam," tandasnya.

Lanjut Ihwan, berbagai upaya dilakukan agar Pasar Setono Betek ramai pengunjung. Salah satunya dengan meminta ratusan pedagang yang sama sekali belum memfungsikan kios losnya agar segera difungsikan.

"Mulai September 2019 kemarin kita berikan surat peringatan pertama kepada 120 pedagang agar mereka segera memfungsikan kios losnya. Jika masih belum memfungsikan maka bulan Oktober ini kita akan berikan surat peringatan kedua. Sebab ini berlawanan dengan Perwali 31 Nomor 2010 yang bunyinya pedagang yang tidak aktif selama 6 bulan maka wajib dicoret dari daftar pedagang dan kios akan dikembalikan ke PD Pasar. Can