•   Minggu, 5 April 2020
Surabaya

Pastikan tak Beri Ruang Gerakan Inkonstitusional

( words)
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan di Mapolrestabes Surabaya.


SURABAYAPAGI.com - Ketegasan aparat kepolisian di Surabaya patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, setelah upaya deklarasi pemenangan salah satu paslon sebelum perhitungan dan pengumuman resmi Komisi Pemiluhan Umum di Jakarta, reaksi kepolisian dengan mewanti-wanti agar masyarakat tidak ada yang mengganggu jalannya pesta demokrasi dengan gerakan-gerakan yang mengganggu kondusifitas keamanan, terutama di Surabaya.
Hal tersebut disampaikan, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan usai melakukan patroli rutin pengamanan perhitungan suara di beberapa PPK kota Surabaya. Bahkan, guna mengantisipasi gangguan perhitungan suara, polisi mempertebal personil penjagaan untuk memastikan jalannya perhitungan dengan baik dan lancar.
"Kita tidak akan pernah mengijinkan sesuatu yang membuat Kota Surabaya ini tidak aman. Kita melakukan penebalan-penebalan atas perintah kapolda, di tiap-tiap kecamatan PPKnya kita terjunkan anggota berpakaian dan bersenjata lengkap, ditambah dengan personil tertutup. Kendaraan rantis kita siagakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Yang pasti kami siap kawal dan amankan proses pemilu ini sampai pada final perhitungan suara. Kami tidak segan menindak tegas siapapun yang berusaha merusak atau mengganggu pesta demokrasi ini terutama di Surabaya," tegas Rudi saat ditemui di Mapolrestabes Surabaya.
Perwira tiga melati itu meminta agar masyarakat turut serta dalam proses pengamanan dan menjaga kondusifitas Kota Surabaya. Rudi juga menyebut jika ada beberapa faktor pasca pemilu yang rentan menjadikan ketidaktertiban serta mengganggu kondusifitas keamanan suatu wilayah. Diantaranya adalah, statement elite politik yang cenderung memprovokasi masyarakat, mentalitas peserta pemilu yang kurang baik serta kondisi masyarajat yang belum sepenuhnya sadar dan melek demokrasi.
"Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi keamanan, sampai sekarang yang pasti Surabaya aman. Namun, juga tidak menutup kemungkinan kondusifitas yang ada juga rentan dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah statement yang memprovokasi masyarakat dari elite politik, baik tingkat pusat maupun daerah. Ini sangat mempengaruhi. Kedua yakni mentalitas daripada peserta pemilu, ini juga mempengaruhi dinamika keamanan. Kita kadang tidak siap kalah, sehingga ketika kalah yang ada mengkambing hitamkan orang lain. Ketiga adalah kondisi masyarakat kita sendiri, belum semua sada dan paham melek demokrasi, masih banyak yang dalam kondisi rentan, dan gampang sekali tersulut atau terprovokasi. Tentu ini sangat berpengaruh kepada kinerja petugas PPK ditingkat kecamatan. Kita mengharapkan PPK dapat bekerja baik," tambahnya.
Sekali lagi, Rudi mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Surabaya untuk bersama aparat penegak hukum yang ada menjaga kondusifitas pasca pemilu di Surabaya.
"Mari kita semua jaga kota tercinta ini. Polri dan aparat keamanan lainnya sepeti TNI, Linmas dan Satpol PP juga masyarakat Surabaya tidak menghendaki hal itu (gerakan inkonstitusional,red). Itu perbuatan yang merugikan. Kota yang sudah aman dan baik seperti ini, jangan kotori dengan itu. Apabila ada permasalahaan penyelenggaraan, administrasi ke KPU, pelanggaran itu ke Bawaslu, jangan sampai ribut di media sosial, itu adalah sesuatu yang tidak penting. Sekali lagi ayo Jogo Suroboyo!," imbaunya.

Berita Populer