Pasien Covid-19 di RSUD Jombang Meningkat Dua Kali Lipat

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran. SP/ M. Yusuf

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, jumlahnya meningkat drastis. 

Peningkatan pasien tersebut terjadi mulai medio bulan Oktober hingga menginjak awal Desember 2020. Kenaikan sampai dua kali lipat, dari yang biasanya sekitar 20-25 pasien Covid-19 setiap harinya. 

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, RSUD Jombang kini bisa merawat sekitar 40 hingga 50 orang. Artinya, dari rata-rata setiap hari, tren kenaikan mencapai seratus persen. 

"Pasien yang datang ke rumah sakit rata-rata masuk dalam kategori pasien sedang dan berat. Berdasar data evaluasi pasien yang masuk ke RSUD Jombang, penyakit penyerta pasien yakni mulai jantung, darah tinggi, gagal ginjal, hingga lansia," katanya, Selasa (01/12/2020). 

Pudji menjelaskan, pada evaluasi bulan November kemarin, dari 556 pasien covid yang dilayani, angka kematian mencapai 108. Artinya bahwa, ada sekitar 19, 4 persen. 

"Itu sangat tinggi. Setelah kita evaluasi, memang komorbid (penyakit penyerta, red) semuanya berat-berat. Dan hari ini, sudah ada 45 pasien Covid-19 dirawat di ruang isolasi," jelasnya. 

Pudji menerangkan, bahwa pihaknya nanti akan menata ulang dan menyiapkan 60 sampai 70 bed. Ini bisa dimanfaatkan untuk pelayanan isolasi di rumah sakit Jombang. 

Pudji menegaskan, jika ada masyarakat yang merasa dirinya terpapar Covid-19, segeralah melakukan pengobatan pada tenaga medis. Agar mudah dalam melakukan tracing. 

“Kalau ada tanda segera melakukan pemeriksaan. Jelaskan, bahwa mereka mungkin kena covid, sehingga petugas yang didatangi bisa waspada. Jangan disembunyikan sehingga terjadi rujukan lepas dan jangan mampir kemana-kemana,” tegasnya. 

Pudji mengimbau, untuk orang yang terpapar Covid dan menjalani isolasi secara mandiri di rumah, agar segera menjalani perawatan di rumah sakit. Sehingga bisa tertangani dengan baik oleh tenaga medis.

“Kami berharap mereka itu berobatnya tidak menunggu kondisi parah. Ketika ada batuk, pilek, panas, maka segeralah berobat. Sehingga saat kita rawat tidak dalam kondisi parah, dan angka keselamatan bisa kita tingkatkan,” imbaunya. 

Pudji berharap, masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Disamping itu, masyarakat juga harus selalu waspada dengan Covid-19. 

“Masyarakat harus semakin waspada dengan covid, termasuk menerapkan protokol kesehatan. Hal ini agar penularan Covid bisa diminimalkan,” pungkasnya. suf