Pasien Covid-19 di Gresik Kembali Naik Tajam 19 Orang, Total 153 Orang

ilustrasi

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Setelah tiga hari berturut-turut kasus Covid-19 di Gresik menunjukkan angka penurunan yang cukup signifikan, kini kembali melonjak.

Seperti dilaporkan Juru Bicara Satgas Covid-19 Gresik drg Saifudin Ghozali melalui Kabaghumas dan Protokol Setkab Reza Pahlevi, menyebutkan bahwa pada Rabu (27/5) ada peningkatan lagi jumlah pasien konfirmasi positif.

Jumlah penambahannya terbilang cukup besar, yakni sebanyak 19 orang. Bahkan tiga orang diantaranya sudah meninggal dunia. Sehingga ketiganya masuk kualifikasi pasien konfirmasi positif meninggal.

Dengan demikian total warga Gresik yang sudah terpapar oleh virus asal Kota Wuhan, China ini sudah mencapai 153 orang, naik dari data kemarin sebanyak 134 orang.

Ketiga pasien konfirmasi positif meninggal hari ini (27/5) tercatat masing-masing seorang dari Desa Karangrejo, Kecamatan Manyar; Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, dan dari Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti.

"Ketika meninggal kemarin hasil swab test ketiga pasien belum keluar. Baru pada hari ini swab test-nya keluar dan hasil ketiganya positif," ungkap Reza dalam pers rilisnya kepada sejumlah awak media pada Rabu sore (27/5).

Sementara ke-16 pasien lainnya yang kini masih dirawat juga tercatat dari berbagai desa dan kecamatan di Gresik.

Mereka adalah 4 orang berasal dari Kelurahan Tlogopatut, Kecamatan Gresik.

Kemudian 6 orang dari Kecamatan Menganti. Masing-masing dari Desa Sidowungu sebanyak 3 orang, Desa Boteng 1, Desa Pelemwatu 1, dan Desa Pengalangan 1 orang.

Lalu 2 orang dari Desa Petiken dan Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo.

Juga 2 orang asal Desa Sekapuk dan Desa Ngimboh, Kecamatan Ujungpangkah.

Terakhir, masing-masing seorang pasien dari Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean, dan Desa Bulang Kulon, Kecamatan Benjeng.

Menurut Reza Pahlevi, penambahan konfirmasi positif kali ini sebagian besar berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah dirawat di berbagai rumah sakit di Gresik.

"Jadi mereka bukan dari hasil tracing atau OTG," pungkas Reza. did