•   Minggu, 5 April 2020
KediriRaya

Pasca Teror Ulama Kediri, Polisi Sterilisasi Orang Gila

( words)
Petugas saat mengamankan orang gila di jalan dr. Raharjo Kota Kediri


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pasca adanya kejadian yang dianggap sebagai teror ulama di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, tim gabungan Satpol PP bersama Polresta Kediri melakukan razia orang gila. Razia dilakukan disejumlah sudut kota.
Kasat Sabara Polresta Kediri, Riko Saksono mengatakan, razia yang dilakukan bersama tim gabungan itu untuk mewujudkan Kota Kediri aman dan terkendali dari segala ancaman. "Razia ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin. Kita ingin wilayah hukum Polresta Kediri aman dari ancaman maupun teror," ujarnya usai merazia orang gila, Jumat (23/2/2018). Lanjut Riko, sebanyak satu regu Sabara Polresta Kediri diterjunkan dalam razia tersebut. Bersama anggota Satpol PP Kota Kediri, petugas kepolisian mendata identitas orang gila yang terjaring razia. "Ada tiga orang gila yang terjaring saat razia berlangsung. Artinya dengan hasil ini menunjukan Kota Kediri termasuk daerah steril orang gila," imbuhnya. Selain raiza rutin, razia orang gila ini untuk mengantisipasi maraknya beberapa kasus teror ulama di Jawa Timur yang pelakunya orang dengan gangguan jiwa. Dalam razia tersebut, petugas gabungan Polresta Kediri dan Satpol PP serta petugas Dinas Sosial langsung menyisir jalanan Kota Kediri. Saat berada di jalan dr. Raharjo, petugas mengamankan satu orang dengan gangguan jiwa. Usai mengamankan satu orang gila, petugas melanjutkan razia di sudut kota. Berada di jalan PK Bangsa, petugas kembali mengamankan dua orang gila. Setelah menyisir sejumlah jalan Kota Kediri, petugas lantas mengamankan tiga orang dengan gangguan jiwa tersebut di barak penampungan milik Dinas Sosial Kota Kediri. Can

Berita Populer