•   Senin, 27 Januari 2020
PERISTIWA

Pasar Wonokromo Sepi, Pedagang Mengeluh

( words)
Kondisi pasar wonokromo yang terlihat sepi. (SP/TUS)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penurunan daya beli pada kalangan masyarakat menyebabkan penurunan ekonomi pedagang Pasar Wonokromo hingga presentase 50 persen, (26/02). Hal ini, tidak terlepas dari harga bahan pokok yang semakin meningkat.

Supri, Pedagang Bahan Pokok Pasar Wonokromo Surabaya mengatakan, dirinya mengalami kerugian sebab bahan pokok seperti beras medium dari Bulog, tidak laku dipasaran. Meskipun telah dijual dengan harga yang murah. Beras medium dari Bulog, dibeli oleh para pedagang yang berdagang lontong dan nasi goreng.

"Harga beras medium dari Bulog sekitar Rp 8.200,00/kg dan dijual dengan harga pasaran Rp 9.350,00/kg. Namun, tempat saya menjual dengan harga Rp.9.000,00/kg karena tidak banyak peminat dari beras medium. Sehingga saya berani mengambil untung Rp. 800,00/kg," ungkapnya.

Menurut Supri, untuk beras premium di tempatnya dijual dengan harga Rp. 13.000,00/kg dengan harga HET senilai Rp.12.000,00/kg. Perbedaan luar biasa antara beras premium dan medium fengan kualitas rasa dan warna yang sangat mencolok. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui secara langsung perbedaannya.

"Harga beras premium mengalami penurunanan Rp 100/kg dibanding ketika adanya kelangkaan beras sebelumnya," ungkpnya.

Bambang Haryo Soekartono, Komisi DPR RI VI menanggapi keluhan masyrakat, perlunya stabiliator pemerintah dari adanya penurunan daya konsumen di mata masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh adanya, kenaikan gas, listrik dan bahan bakar.

"Kenaikan harga bahan pokok tidak terlepas dari kenaikan harga lainnya. Oleh karena itu perlunya adanya stabilitor oleh Pemerintah. Sehingga pengusahan bahan pokok dapat ramai bukan malah pengusaha penggadaian," pungkasnya.tus

Berita Populer