Pasar di Surabaya Jadi Episentrum Penularan Baru COVID-19.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Rumpun Tracing (penelusuran) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso, mengatakan ada klaster penularan virus corona baru di Surabaya yang berpusat di pasar.

Kohar mengatakan, sebelumnya telah ada Klaster Asrama Haji. Seluruhnya berada di Kota Surabaya.

"Jadi benar kami sedang melakukantracing dan ada klaster dari pasar. Memang kami terus mengembangkan tracing tentang klaster-klaster ini," kata Kohar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (4/4).

Di Surabaya, kata Kohar ada beberapa lokasi baru yang menjadi episentrum penularan baru Covid-19. Dan hal itu terletak di beberapa pasar.

"Termasuk klaster yang ada di Surabaya. Ada beberapa episentrum termasuk keberadaan di pasar tersebut," ujarnya.

Kohar meminta masyarakat bekerja sama agar tindakan pelacakan dan penanganan Covid-19 dapat segera tuntas.

"Mohon masyarakat membantu menyampaikan data lebih terbuka. Dalam aturan hukumnya dalam situasi seperti ini masyarakat harus betul-betul bisa memberikan konfirmasi," ujarnya.

Dua Pasar Ditutup

Sebelumnya salah satu pusat grosir terbesar di Kota Surabaya, Pasar Kapasan, terpaksa harus ditutup hingga dua pekan ke depan. Hal itu lantaran salah satu orang yang beraktivitas di pasar positif virus corona (Covid-19).

Humas PD Pasar Surya, Surabaya, Zaini menyebutkan penutupan tersebut akan resmi dilakukan pada hari ini, Minggu (5/4). Sekitar 2000 pedagang pun di pasar tersebut terancam tak bisa berjualan.

Dilansir dari CNNIndonesia, "Mulai besok (Minggu) Pasar Kapasan ditutup sampai dua pekan ke depan," kata Zaini, Jumat (3/4).

Pasien yang terinfeksi tersebut, kata Zaini, adalah salah satu orang yang sehari-harinya beraktivitas di Pasar Kapasan. Menurut Zaini, orang itu sudah lima hari dirawat di rumah sakit, dan baru pada Jumat dinyatakan positif terinfeksi covid-19.

Selain Pasar Kapasan, penutupan juga dilakukan di pasar Pusat Grosir Surabaya (PGS). PGS pun ditutup selama 14 hari mulai hari ini.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan General Manager (GM) Pasar PGS terkait penutupan sementara pasar tersebut.

"Sudah dijelaskan dan mereka oke. Seluruh pedagang diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi sudah clear," kata Fikser melalui keterangan tertulisnya.

Terdapat empat orang yang dinyatakan positif dari PGS. Mereka adalah pedagang di pasar tersebut.

Hal itu tertuang dalam surat resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bernomor 443/15473/436.7.2/2020, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita.

"Kami informasikan ada 4 orang penderita yang telah didiagnosa Covid-19 yang bekerja dan memiliki toko di lantai 2, 3, dan 4 PGS," demikian isi surat tersebut.

Saat dikonfirmasiCNNIndonesia.com melalui telepon dan pesan pendek, yang bersangkutan belum memberikan respon.

Sementara itu berdasarkan data Pemprov Jatim, di Surabaya pada Sabtu (4/4) kemarin, ada 77 pasien positif corona, 17 di antaranya sembuh, 6 lainnya meninggal.

Total dari data yang ia kantongi, ada sebanyak 21 klaster penularan corona di Jawa Timur, termasuk dua titik klaster terbaru yaitu Pasar Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Kapasan Surabaya.

“Kami sudah mengembangakan tracing di beberapa klaster di Surabaya. Karena di Surabaya ini ada beberapa episentrum. Termasuk di pasar. Jadi kalau ditanya apakah masuk klaster ya, termasuk,” kata Kohar, Minggu (5/4/2020).

Karena sudah masuk dalam klaster penularan baru karena sudah ada yang dinyatakan positif Covid-19, Kohar meminta pada masyarakat untuk membantu menyampaikan secara terbuka siapa saja yang mungkin memiliki kontak dengan orang tersebut sehingga bisa dilakukan tracing.

Dan ia juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan melakukan isolasi kawasan di klaster tersebut agar tidak menambah penyebaran.(cnn/cr-01/dsy)