Palestina, Bridge Builder, dan Kerjasama Indo-Pasifik Jadi Fokus Kebijakan

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Pada Sabtu (24/11) diadakan acara DiploFest 2018 Surabaya dengan diawali berbagai talkshow di berbagai universitas seperti UPN, UNESA, UINSA, dan Unair.
Untuk di Unair sendiri diadakan talkshow bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang dihadiri ratusan orang. Di kesempatan tersebut, Retno Marsudi menjelaskan fokus kebijakan luar negeri Indonesia.
Diawali dengan kebijakan Indonesia terhadap Palestina. “Kita harus selalu mendukung keputusan Pemerintah Indonesia untuk membantu Palestina. Hal ini disebabkan karena kita memiliki amanah konstitusi yang mana Palestina telah berperan besar terhadap kemerdekaan Indonesia.” Ujar Retno Marsudi.
Selain itu, Retno Marsudi juga menjelaskan beberapa alasan lainnya seperti keadilan bangsa, masalah kemanusiaan, penghormatan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB no. 252/1968, 298/1977, 976/1979, dan 978/1980.
“Maka dari itu, Indonesia memberikan bantuan melalui Solidarity for Palestine dan secara kemanusiaan dengan membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza.” Tambah Retno Marsudi.
Tidak hanya membicarakan mengenai Palestina, Retno Marsudi sempat menyinggung mengenai peran Indonesia di tengah kekuatan besar yang sedang ‘berperang’ yaitu Tiongkok dan Amerika Serikat.
“Di KTT ASEAN Singapura dan KTT APEC, Indonesia berusaha menjadi bridge builder yang mengatasi gap antara dua kekuatan besar, Tiongkok dan Amerika Serikat. Bahkan di APEC, akibat persaingan keduanya, tidak dapat memunculkan deklarasi melainkan hanya chair statement.” Ujar Retno Marsudi.
Sementara itu, Retno Marsudi juga menjelaskan mengenai ASEAN yang harua dijaga perdamaiannya agar tidak menjadi ajang persaingan negara lainnya.
“Salah satu kerjasama yang sedang berjalan adalah Indo-Pasifik. ASEAN berada di tengah Samudera Hindia dan Pasifik maka diperlukan suatu kerjasama untuk menjaga terperliharanya kawasan. Kerjasama ini memiliki prinsip inklusif, kerjasama, penguatan hukum internasional, dan ASEAN sebagai titik tengahnya.” Pr