•   Sabtu, 18 Januari 2020
Skandal Properti

Pakai Aplikasi Online, Kos Harian jadi Jujugan Pasangan Short Time

( words)
Kos-kosan elit di kawasan Dukuh Kupang yang menyewakan kamar harian ini cukup ramai tamu, semalam. Kebanyakan mereka pasangan yang menginap short time. TIM SP


Menelisik Kos-Kosan Mahal di Surabaya (2)

Kos-kosan bertarif di atas Rp 2 juta per bulan di Surabaya barat, rupanya menjadi lahan bisnis menggiurkan. Tak hanya diminati perempuan-perempuan pekerja malam (purel). Pasangan mesum atau tukang selingkuh juga cukup aman di kos-kosan yang menjanjikan kebebasan ini. Terbaru, kos-kosan itu dalam setahun belakangan ini mirip hotelshort time seperti di Kenjeran, Surabaya timur. Pemilik kos yang kerja sama dengan aplikator penyedia penginapan secaraonline seperti RedDoorz dan OYO, membuat pasangan mesum makin seringcheck in di sana. Kok bisa?
----------------
Fauzan BCH- Farid Akbar
Tim Wartawan Surabaya Pagi

Kasi Trantip Kecamatan Dukuh Pakis, Asmadi, tak menampik kos-kosan di wilayahnya banyak yang bebas. Penghuninya diisi laki-laki dan perempuan dan jam berkunjung tamu nyaris 24 jam. Bahkan, pemilik kos-kosan melakukan inovasi menjadi mirip hotel. Dalihnya kos harian. Tapi fasilitasnya tak jauh beda dengan hotel.

Tak hanya itu, pemilik kos di wilayah Kecamatan Dukuh Pakis juga memasarkan kamar-kamarnya secaraonline. Dengan aplikasiOYO danRedDoorz, memudahkan tamu untuk memilih kamar di sana. “Ada sekitar 18.000 kamar di 4 kelurahan yang disediakan,” ujar Asmadi saat ditemuiSurabaya Pagi di Kantor Kecamatan Dukuh Pakis, Selasa (29/10/2019).

Meski kerap melakukan razia di kos-kosan bebas itu, lanjut Asmadi, pihaknya masih saja menemukan pasangan bukan suami istri yang sah. “Setiap razia selalu dapat pasangan tak resmi, entah dua atau tiga pasangan. Terkadang juga 10 sampai 15 orang yang kena. Terutama dari penginapanonline itu,” sebut dia.

Asmadi tak menampik bubarnya Dolly pengaruhi menjamurnya kos-kosan bebas maupun kos-kosan yang disewakan harian. Menurut dia, aplikasi chat online makin memudahkan adanya praktik prostitusi di sana. “Saya sudah membuktikannya. Karenanya pemilik kos-kosan itu yang harus dibina agar tidak menerima tamu seperti itu,” harap dia.

TimSurabaya Pagi lantas kembali turun ke lapangan mencari kos-kosan yang menggunakan aplikasiOYO atauRedDoorz. Tim menemukan kos-kosan mewah di kawasan Dukuh Kupang yang lokasinya tak jauh dari Polsek Dukuh Pakis. Saat Tim memasuki tempat ini ditemui resepsionis, yang kemudian dikenalkan dengan pemilik penginapan. Ia meminta dipanggil Pak Hari.

Ia pun menceritakan penginapannya hingga memutuskan bekerja sama dengan OYO. Menurut Hari, dulu huniannya ini sebagai kamar kos terdiri 2 lantai dengan 13 kamar. Saat ini kamar-kamar ini disewakan semua menjadi OYO dengan fasilitas mulai tempat tidur, selimut, kamar mandi dalam dan dilengkapiwater heater. “Saya sudah mengurus perijinannya. Memang lebih untung ketika disewakan menjadi OYO ketimbang kos-kosan biasa. Tamunya banyak meski hanya menginap beberapa jam saja (short time, red),” ujar Hari.

Tim kemudian mencari hunian OYO lain di kawasan Dukuh Kupang. Tim menemukan kos-kosan yang juga dilayani oleh OYO. Tim ditemui penjaga penginapan dan kos itu, karena beralasan mencari kamar dari aplikasi tersebut. Sebut saja penjaga itu dengan nama Deka. “Masih ada 3 kamar yang kosong mas. Semua ada 18 kamar,” ucapnya saat ditanya apa masih ada kamar kos yang bisa disewa.

Pengkuan penjaga ini cukup mengagetkan. Sebab, menurutnya tamu yang datang kebanyakan sepasang laki-laki dan perempuan yang hanya ingin menginap beberapa jam saja aliasshort time. “Saya punya langganan banyak di sini. Mereka sebelum datang(check in) menghubungi saya. Ketika tiba tinggal masuk kamar,” cerita Deka.

Mengenai razia Sapol PP atau aparat Kepolisian, ia enteng saja menjawab. Sebab jika ada apa-apa urusan mereka yang menginap. “Itu urusan mereka, paling ya didata lalu diberi binaan. Yang penting tidak bawa narkoba,” tandasnya.

Sedangkan untuk kamar kos yang masih disewakan, lanjut dia, sudah terisi penuh. Hanya saja, tarifnya cukup mahal, yakni Rp 3 juta per bulannya di luar listrik dan air PDAM. “Pokoknya di sini bebas, asal tidak membawa obat-obat terlarang,” tandasnya lagi.

Tim juga sempat menemui mitra ojek online di kawasan ini. Sebut saja Hamdan yang kemarin tengah beristirahat di salah satu mini market di kawasan Dukuh Kupang. Cerita dia, penghuni kos-kosan mahal di Dukuh Kupang kebanyakan cewek-cewek malam. “Pernah saya mengantar penghuni kos di Dukuh Kupang Utara sekitar jam 7 malam. Dia cewek berpakaian seksi, pakai hotpan dan tanktop namun ditutup jaket. Dia minta diantarkan di tempat hiburan malam di daerah Mulyosari. Karaoke kayaknya, seingat saya. Mungkin dapat job nemani tamu di sana,” tuturnya. n

Berita Populer