Operasi Zebra 2018, 35 Ribu Pelanggar Ditilang

SURABAYA PAGI, Surabaya - Operasi Zebra 2018 yang digelar serentak di seluruh Indonesia membuat catatan sendiri bagi budaya berlalulintas pengendara di Kota Pahlawan ini. Dari catatan Satlantas Polrestabes Surabaya, Operasi Zebra 2018 kali ini menindak sebanyak 35.875 pelanggar.
Jumlah tilang tersebut lebih banyak dari jumlah tilang dalam operasi Zebra tahun lalu yang menindak sekitar 25.000 pelanggar.
Hal tersebut disampaikan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pan Pandia. Dari jumlah tersebut, Pandia mengatakan jika budaya kesadaran berlalu lintas masyarakat Surabaya masih belum sepenuhnya menjadi kebutuhan.
"Dari banyaknya jumlah tilang yang kami keluarkan, kami melihat masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas. Ini tugas kami dengan harapan, semakin banyak penindakan, masyarakat jadi semakin sadar jika tertib berlalu lintas itu penting, sebab awal mula terjadinya kecelakaan, adalah ketidak tertiban berlalu lintas," beber Pandia, Rabu (14/11) pagi.
Selain itu, Pandia juga menuturkan jika pihaknya akan terus melakukan penindakan dengan zero toleransi guna memberikan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Ini menjelang operasi lilin, kami tetap akan melakukan tindakan seperti selama operasi Zebra, baru nanti operasi lilin akan kami lakukan tindakan preemtif dan preventif," lanjutnya.
Selain menyuguhkan data hasil tilang, Pandia juga memberika reward dan punishment dalam penutupan operasi Zebra 2018 ini. Polsek Tandes mendapat urutan pertama dengan jumlah tilang terbanyak yakni 1758 tilang, sementara yang paling buruk adalah Polsek Gayungan Surabaya dengan total tilang 436 lembar.
Selain itu, ada pula reward bagi sepuluh anggota dengan tilang individu terbanyak dan enam belas punishment bagi anggota dengan individu tilang paling sedikit yakni dibawah 20 tilang.
"Ini reward dan punishment harus jalan agar memotivasi anggota bekerja lebih baik, kalau punishment ini kan ada catatannya, mereka kalau kinerjanya tetap saja santai tentu akan berujung pada mutasi ya," tegas perwira dua melati itu. fir/jln