Ombudsman: Rutan Medaeng, Over Load

SURABAYA PAGI, Surabaya - Ombudsman RI melakukan sidak ke Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng). Sidak yang dilakukan yaitu meninjau kondisi blok atau kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan berinteraksi langsung dengan mereka.
Ninik Rahayu Anggota ORI mengatakan, kedatangan rombongan ORI ini untuk mengidentifikasi dua persoalan besar, yaitu tentang Lembaga Permasyarakatan (Lapas) yang overload dan overstay. Dari hasil sidak itu, pihaknya mengaku mendapatkan beberapa masalah yang cukup kompleks.
Mulai dari kondisi rutan yang sudah overload hingga 5 kali lipat dari yang seharusnya. Angka overload di rutan Medaeng mencapai 400 persen, sedangkan jumlah tahanan yang overstay lebih dari 1.000 orang.
Menurutnya, hunian untuk WBP dengan kondisi yang demikian sangat tidak manusiawi. Sebab, mereka harus berdesakan dan tidak bisa beristirahat dengan baik.
"Hampir semua masalah yang ada berakar dari kondisi overload dan overstay. Ini sudah 4 sampai 5 kali lipat dari yang seharusnya. Sehingga kalau bicara soal kelayakan, ya memang sudah tidak layak dan tidak manusiawi. Karena mereka harus berdesak-desakan," kata Ninik, Rabu (14/11).
Persoalan ini, kata Ninik, tidak bisa diselesaikan oleh Karutan atau Kakanwil dan perlu kebijakan dari pihak pusat. Dia berjanji akan membawa dan melaporkan hasil temuan di lapangan ini ke pemerintah pusat, agar ada perbaikan pada Criminal Justice System. Sb