Ning Ita Sidak Proyek Perubahan Layout GMSC Senilai 1,3 Miliar

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat melakukan sidak ke gedung GMSC Kota Mojokerto. Sp/ Dwy Agus S

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek perubahan layout GMSC, Jalan Gajah Mada Nomor 100, Kota Mojokerto, Selasa (20/10/2020) pagi. Proyek senilai Rp. 1, 336 miliar ini rencananya bakal di fungsikan sebagai Mall Pelayanan Publik (MPP).

Dari pantauan Surabaya Pagi, Ning Ita melakukan sidak dengan didampingi Kepala Diskouminaker, Haryanto dan Kepala DPMPTSP, Ali Imron. Setiba di lokasi, petinggi pemkot ini mengecek satu persatu pengerjaan proyek yang baru dilaksanakan tanggal 19 Oktober kemarin.

"GMSC ini ada empat lantai, lantai satu  untuk parkir kendaraan, lantai dua nantinya difungsikan untuk mall pelayanan publik, lantai tiga untuk kantor tiga OPD yakni DPMPTSP, Dispendukcapil dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Dan laintai 4, kita gunakan sebagai meeting room atau hall yang bisa digunakan untuk kegiatan Pemkot maupun bisa disewakan ke masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Ning Ita menyebut, perubahan layout GMSC ini dikerjakan berdasarkan instruksi dan petunjuk dari Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB, Diah Natalisa saat melakukan visitasi pengawasan dan evaluasi ke GMSC akhir tahun lalu.  

"Hasilnya, design layout GMSC ini tidak sesuai dengan prototipe yang dipersyaratkan oleh Kemen PAN-RB. Sehingga kami harus segera melakukan perubahan," jelasnya.

Ia berharap, pengerjaan proyek ini dapat rampung akhir tahun ini. Sekaligus dibarengi dengan sistem digital yang juga one stop service bagi seluruh jenis pelayanan. Sehingga tahun depan, MPP sudah bisa difungsikan maksimal.

"Semoga saat ada visitasi pengawasan dan evaluasi lagi, kita tidak diberi catatan khusus. Sehingga mall ini sudah 100 persen sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Kemen PAN-RB. Dan tahun depan, ratusan pelayanannya sudah bisa di nikmati masyarakat," harapnya.

Ning Ita menambahkan, sebagai MPP, gedung yang dibangun di atas eks lahan RSUD dr Wahifin Sudiro Husodo ini diharapkan dapat menerapkan one stop service area. "Konsep dari MPP ini adalah mengintregasikan tidak hanya perizinan, tetapi juga non perizinan," jelasnya.

Menurutnya, sesuai catatan Kemen PAN- RB, intregasi tersebut berupa penggabungan dari berbagai layanan. Baik berasal dari pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga, maupun pemerintah daerah dari OPD, termasuk pelayanan BUMN, BUMD bahkan layanan swasta. 

"Layout gedung harus menyatu antara pemberi layanan satu dengan yang lainnya, tidak boleh ada penyekatan seperti yang terjadi sebelumnya. Semuanya menjadi satu, seluruh jenis pelayanan yang mencapai hampir 100 jenis. Ini dalam rangka memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadi one stop service area," sebutnya.

Terpisah, Kepala DPMPTSP Kota Mojokerto, Ali Imron mengatakan, proyek perubahan layout gedung GMSC ini dikerjakan oleh CV Ikon, Surabaya. Proyek senilai Rp. 1.336 miliar ini dikerjakan mulai tanggal 19 Oktober hingga 7 Desember 2020.

"Yang dikerjakan ada tiga lantai, yakni lantai bawah melakukan penataan layout MPP, lantai tiga melakukan pembangunan tiga kantor OPD dan lantai atas melakukan penyekatan-penyekatan ruangan," jelasnya.

Imron menambahkan, nantinya jika jadi, MPP ini akan memberikan ratusan pelayanan one stop service area di satu tempat. "Ada pelayanan dari BPPKA, unit layanan paspor di Kantor Imigrasi kelas I khusus Surabaya, pengurusan perizinan di DPMPTSP, perpanjangan SIM di Samsat Corner, pengurusan akta kependudukan di Dispendukcapil, urusan perbankan, BPJS dan masih banyak lagi," pungkasnya. dwy