•   Senin, 20 Januari 2020
Traveling

Nikmati Wisata Pecinan di Surabaya

( words)
Bagian dalam House of Sampoerna yang juga sangat menarik untuk dinikmati.


Dalam upaya untuk terus mendukung Surabaya sebagai destinasi wisata, House of Sampoerna menghadirkan program SHT (Surabaya Heritage Track). Adalah program bus tur keliling kota menelusuri jejak warisan Surabaya seputar kota lama di Surabaya Utara.
Wartawan SurabayaPagi, Indra

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Menariknya, ada rute wisata Pecinan yang bisa dinikmati warga Tionghoa untuk mengingat budaya mereka atau juga bagi masyarakat pribumi untuk mengetahui bangunan wisata pecinan di Surabaya.

Rani Anggraini, Manager House of Sampoerna mengatakan, salah satu rute yang mengujungi kawasan Pecinan pada tour 1, jam 10.00 pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu dimulai dari HoS-Kawasan Pecinan-Kawasan Ampel-HoS.

"Kami tidak secara spesifik mengunjungi kawasan Pecinan. Kadang kami hanya menjelaskan destinasi Pecinan yang dilewati saat bus berjalan," katanya.


Image

Rute perjalanan tersebut dimulai dari HoS melewati Jalan Rajawali ke Jalan Karet. Berhenti di Jalan Karet berlanjut ke Kembang Jepun kemudian menuju Dukuh dan berhenti di Ampel. Melalui Iskandar Muda kemudian ke Benteng, selanjutnya melewati Kalimas Barat dan kembali ke HoS.

SHT sendiri hadir sejak 2009 lalu dengan konsep tur keliling kota menggunakan bus bermodel kereta "trem" yang pernah berjalan di Surabaya tempo dulu. Program ini pertama kalinya ada di Indonesia.

Tujuannya, untuk melakukan penjelajahan diluar museum dan galeri HoS, pengunjung bisa mengikuti perjalanan bus berkeliling kota sekitar satu jam.

Penumpang bisa menyaksikan sejarah melalui bangunan cagar budaya Surabaya dan mempelajari topik menarik seperti Sejarah Agung Kota Surabaya, sejarah kota pahlawan dan budaya arek warga surabaya yang mewakili karakter kota.

Bus SHT beroperasi 3 kali sehari, mulai jam 10.00 sampai 17.00. Para pengunjung HoS bisa menikmati tour gratis. Tentunya ada guide yang memandu para penumpang yang akan melakukan tour tersebut. Disana guide itu menjelaskan tentang lokasi wisata yang dilewati maupun disinggahi.

House of Sampoerna merupakan sebuah museum kretek Indonesia yang terletak di jalan Taman Sampoerna 6, Surabaya. Bangunan ini berdiri dengan gaya kolonial Belanda dengan empat pilar besar yang menyangga gedung utama.

Bangunan megah bergaya kolonial Belanda ini dibangun sekitar tahun 1862. Dulunya bangunan ini digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda. Lalu, bangunan ini dibeli oleh Liem Seeng Tee pendiri Sampoerna pada tahun 1932 dan dijadikan tempat pertama produksi rokok Sampoerna.

Selain naik bus gratis, ada beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan ketika berkunjung dan menghabiskan waktu liburan, seperti berikut;

1. Mengenal sejarah kretek Indonesia.

Ketika kaki melangkah masuk ke dalam museum, aroma cengkeh akan menyambut kunjungan Anda. Bangunan ini berdiri dengan dua lantai, lantai pertama menjadi ruang pameran untuk segala hal yang berkaitan dengan produksi rokok Sampoerna. Mulai dari beberapa cengkeh yang digunakan untuk membuat rokok, pemantik rokok, replika warung rokok, alat pembuat, deretan foto, hingga sepeda tua yang digunakan pendiri Sampoerna untuk berjualan rokok, hingga peralatan marching band. Anda juga bisa melihat dari balik kaca transparan proses pembuatan rokok Sampoerna di lantai dua museum ini.

2. Cafe dan Art Gallery

Setelah lelah melakukan perjalanan mengelilingi useum kretek ini, Anda bisa bersantai sambil mengisi perut di Cafe yang terletak di sebelah Art Galery. Anda bisa menikmati kopi sambil bersantai, cafe ini menyediakan berbagai jenis kopi dari Indonesia. Anda bisa menikmati kopi dari harga Rp 35.000. Hamburger, sosis, sandwich, pasta maupun aneka makanan Asia lainnya bisa Anda coba di sini dengan kisaran harga Rp 70.000. Bahkan pada hari dan jam tertentu ada pertunjukan live musik.

3. Beli suvenir

Naik ke lantai dua, Anda akan melihat tempat penjualan suvenir. Anda bisa membeli oleh-oleh khas Surabaya di sini. Mulai dari beberapa miniatur yang terbuat dari kayu, kain batik, tas, gelang dan kalung hingga baju bisa Anda beli di sini.

4. Menambah koleksi foto

Untuk Anda yang punya hoby photography, Anda bisa punya banyak foto menarik yang bisa ditangkap oleh layar lensa. Ingin spot foto yang instagramable, Anda bisa berfoto di sebuah kolam ikan yang berada di ruangan pertama ketika melawati pintu masuk. Anda akan berfoto sambil duduk di bibir kolam ikan yang melingkar diikuti gemercik air mancur.


Image

Jika Anda ingin berkunjung ke sini, museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00-22.00 WIB. Anda tidak dikenakan biaya masuk alias gratis. Tapi Anda jangan sampai lupa membawa Kartu Tanda Pengenal (KTP) karena peraturan kunjungan hanya memperbolehkan yang memiliki KTP saja yang bisa masuk.

Berita Populer