•   Minggu, 5 April 2020
Kuliner

Nekad Buka Mafiagedang

( words)
Para anggota Mafiagedang.


SURABAYAPAGI, Surabaya – Mengubah hal-hal negatif menjadi suatu hal positif memang tak mudah. Butuh tekad dan perjuangan seperti yang dilakukan oleh kelima owner Mafiagedang. Mereka adalah Royhan, Renno, Syaiful, Ajih dan Satryo.

Renno dan Aji menceritakan, sebelum membuka usaha mereka melakukan hal-hal negatif sehingga banyak orang yang memandang remeh. Bukannya semakin buruk, justru mereka tersadar bahwa hidup harus ada perkembangan.

“Orang tua temenku pernah bilang gini, jangan main sama anak itu, dia nakal ga punya tujuan hidup. Guru aja pernah bilang sama aku kamu gak akan dapat pekerjaan, memang benar, tapi sekarang saya mempekerjakan orang,” ucap Renno.

“Sampek kapan uripku ngene-ngene ae (sampai kapan hidupku gini-gini aja),” tambah Aji.

Mereka berkumpul dan membahas hal tersebut. Hingga mereka sepakat untuk membuka bisnis pisang dengan nama usaha Mafiagedang. Masing-masing menyumbang uang Rp 120.000 untuk modal awal dari bisnis mereka. Uniknya, menu dari bisnis mereka dinamai dengan nama Mafia terdahulu. Contohnya El Chapo Rasa Tiramisu, yang merupakan menu favorit.

Awalnya, mereka masih menaruh Mafiagedang di warung-warung, kemudian mencoba pre-order. Dan pada bulan Januari lalu, Mafiagedang resmi memiliki booth sendiri yang terletak di depan cafe milik temannya, di Jalan Gubeng Stasiun No 5, Surabaya.

“Pengen punya toko sendiri, terus juga bisa membuka lapangan kerja lebih luas lagi buat orang lain,” tutur Renno.

Mafiagedang buka pada pukul 13.00 - 00.00 WIB, dengan kisaran harga mulai Rp 15.000 hingga Rp 22.000. Jika tidak dapat pergi ke tempatnya, pembeli dapat melakukan sistem pre-order yang telah berlaku sejak satu tahun yang lalu.

Selisih paham pasti terjadi, mereka mengatasinya dengan setiap hari berkumpul, melakukan evaluasi dan tetap saling percaya. “Yang diunggulkan dari Mafiagedang adalah rasa dan nama usahanya sendiri yang mampu menjadi daya tarik pembeli,” pungkas Renno.yan

Berita Populer