•   Jumat, 28 Februari 2020
Surabaya

Mulai Hari Ini, Layanan e-KTP Kembali Normal

( words)
Layanan perekaman e-KTP di Dispendukcapil Siola, Surabaya, Minggu (31/3). (Foto: SP/IST)


SURABAYAPAGI.com - Layanan percepatan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya dari pukul 07.30 sampai 24.00 WIB di Siola berakhir, Minggu (31/3). Mulai Senin (1/4) hari ini, layanan perekaman e-KTP kembali seperti semula yaitu mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB.
Resdiansyah warga Karang Pilang Surabaya mendatangi Mal Pelayanan Publik di Siola untuk mengurus e-KTPnya yang hilang sejak 14 Mei 2018 dan berharap mendapatkan yang terbaru kali ini. Setelah ia bersama istrinya mendatangi pelayanan kependudukan di Siola dengan membawa surat kehilangan dari kepolisian oleh pihak Dispendukcapil tidak menerima karena untuk persoalan itu diurus di kecamatan masing-masing warga.
Hal senada juga dialami Abdus Salam warga Surabaya yang belum kunjung mendapatkan kartu identitasnya. Ia mengatakan pada hari Sabtu 30 Maret 2019 bahwa istrinya sudah melakukan pendaftaran sekaligus pemotretan dengan membawa Kartu Keluarga (KK) setelah itu akan diberi tanda bukti terima yang digunakan untuk mengambil e-KTP yang bakal jadi di besok harinya.
Akan tetapi pada hari Minggu 31 Maret 2019 jam 14.30 saat proses pengambilan kartu e-KTP dengan membawa bukti tanda terima oleh pihak petugas pelayanan harus membawa KK hanya karena Istri Abdus Salam lupa tanggal lahirnya saat ditanya oleh petugas.
Padahal ada warga lainnya yang cukup membawa tanda bukti terima maka akan peroleh e-KTPnya. Oleh sebab itu, ia harus menjemput kembali KK yang masih ada di rumahnya itu dengan segera sebelum jam 12 malam.
Sebelumnya perekaman e-KTP dikebut bagi warga yang belum memiliki e-KTP, program percepatan dilakukan sejak 14 Maret 2019 lalu, atas permintaan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada seluruh daerah di Indonesia, termasuk Surabaya.
Maria Agustin, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Kota Surabaya menjelaskan tercatat sampai Minggu, 31 Maret 2019 pukul 14.34 warga yang datang melakukan perekaman sebanyak 20 ribuan, dari data sistem nasional 98 ribu.
Maria menjelaskan, data tersebut bukan data utuh karena banyak warga Surabaya yang melakukan pindah keluar dan meninggal dunia tanpa melaporkan ke Dispendukcapil. "Hampir 20 ribu perekam e-KTP, kami juga jemput bola setiap hari di setiap kecamatan. Batas percepatannya memang hari ini tapi besok masih ada jemput bola di sekolah-sekolah, SMK yang memohon ada Wachin Hasyim, dr Soetomo, dan Tri tunggal," katanya, kemarin.
Layanan jemput bola Dispendukcapil ke kelurahan-kelurahan juga terus berjalan. Ada 8 tim yg bergerak menyisir 154 kelurahan di Surabaya. "Masih 30an kelurahan yang belum, Minggu pertama ditargetkan selesai," pungkasnya.

Berita Populer