Mulai dari Usaha Tambak sampai Punya 40 Perusahaan

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Li Tjin Hak adalah seorang pengusaha Indonesia. Pengusaha kelahiran Medan yang telah memiliki pengalaman mengelola berbagai jenis perusahaan, mulai dari industri plastik, industri pulp & paper, palm oil, perkebunan sawit dan konstruksi yang tersebar di seluruh Indonesia selama lebih dari 35 tahun.

Dan MajalahGlobeAsia menempatkan pengusaha serba bisa yang sering disapa Ishak Charlie ini sebagai 150 orang terkaya di Indonesia bersama PT. Arga Citra Kharisma.

Perjalanan karier bisnis Ishak Charlie diawali dari usaha dengan mendirikan PT Anugrah Tambak Perkasindo yang bergerak di bidang pertambakan udang pada tahun 1988.

Usaha pertambakan udang itu berlokasi usaha di Desa Pematang Lalang, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Lokasi yang strategis yang hanya berjarak 20 km dari pusat Kota Medan.

Dalam masa karirnya ia tak hanya mendirikan satu perusahaan saja. Total perusahaan yang didirikan pengusaha kelahiran Medan, 12 September 1953 itu sekitar 40 perusahaan atau usaha bisnis yang telah berhasil menaungi puluhan ribu karyawan.

Ia menjelajah ke berbagai jenis pengelolahan usaha mulai dari industri plastik, industri pulp & paper, palm oil, perkebunan sawit dan konstruksi yang semua tumbuh menjadi perusahaan besar di seluruh Indonesia.

“Kadang kala kerja keras saja tak cukup. Sesekali perlu juga keberuntungan dalam usaha itu,” tutur Charlie tentang sepak terjangnya di dunia bisnis Tanah Air.

Kerjasama pertamanya bersama PT Ciputra International pada tahun 2003 membangun housing project Citra Garden Medan. Tak puas sampai di situ, pada 2006, Ishak Charlie mendirikan perusahaan PT Kurnia Tetap Mulia yang bergerak di bidang properti dan membangun ikon baru kota Medan B&G Tower dan JW Marriott Hotel Medan.

Di tahun 2012, bersama PT Arga Citra Kharisma, ia membangun Landmark kebanggaan Kota Medan dalam bentuk superblok Centre Point Medan di pusat Kota Medan yang dapat menampung lebih dari 5.000 lapangan pekerjaan.

“Saya ingin membangun usaha yang menyerap banyak tenaga kerja, sehingga usaha saya mampu menyejahterakan orang lain,” kata Ishak Charlie yang telah hidup dalam dunia bisnis selama 35 tahun.

Kini Charlie tengah membidik pembangunan kawasan industri di Medan. Ia tengah mencari investor dari dalam dan luar negeri guna mengembangkan pelabuhan dan kawasan industri yang lagi-lagi akan menampung ribuan karyawan.