Mudipat, Tanamkan Nilai Tolerasi Sejak Dini Pada Murid

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya (Mudipat) berikan pengetahuan sejak dini terhadap murid tentang pentingnya nilai-nilai bertoleransi antar agama. Dalam pembelajaran tersebut, Mudipat menghadirkan rombongan Binmas Polrestabes Surabaya. Hal ini terkait dalam beberapa minggu terakhir, Surabaya banyak mengalami kondisi kekacuan dengan serangan bom bunuh diri.

Dalam suasana Darul Arqom mudipat Pucang, terlihat para murid sangat antusias untuk belajar. Darul Arqom adalah salah satu agenda pondok ramadhan yang rutin dilaksanakan oleh Mudipat di Bulan Ramadhan. Selain mengajarkan tentang study general, darul arqom merupakan kegiatan yang mengajarkan kepada murid untuk berbagi kepada sesama.

Edy Susanto, Mpd selaku kepala sekolah SD Muhammadiya 4 (Mudipat) Pucang Surabaya mengatakan, "Dahlul arqom kali ini menghadirkan Binmas Polrestabes Surabaya dengan fokus meteri tentang tolerasi antar umat beragama. Tidak hanya memberikan materi namun nantinya terdapat bansos".

"Tidak hanya materi, kita memberikan pembelajaran kepada murid dengan terjun secara langsung seperti nantinya akan ada buka bersama anak yatim piatu yang menghadirkan tiga panti asuhan. Selain itu, akan ada pembagian souvenir dari murid," ungkapnya di Mudipat Pucang Surabaya, Senin (28/05).

Dalam acara Darul Arqom mudipat kali ini, merupakan giliran dari murid kelas 5 dengan jumlah 278 siswa. Terlihat, bahwa pembelajaran sejak dini untuk anak-anak haruslah mengajarkan bahwa Negara Indonesia adalah negara dengan perbedaan suku, ras dan agama. Namun, tetap harus memegang teguh nilai-niali tolerasi, menghargai dan menghormati.

"Indonesia merupakan negara dengan berbagai suku, ras dan agama. Namun, kita adalah warga Indonesia. Dengan tetap memegang teguh "Bhineka Tunggal Ika" yaitu meskipun berbeda-beda tapi tetap satu jua," pungkasnya. tus